Thursday, 22 November 2018

Ziarah Makam dan Kirab Pusaka, Hiasi Prosesi Hari Jadi Ngawi

post-top-smn

 

Prosesi kirab pusaka dalam rangkaian acara peringatan Hari jadi Ngawi ke-660.

 

Ngawi, SMN – Memasuki bulan Juli, Kabupaten Ngawi bertambah lagi usianya. Tahun ini, Bumi orek-orek berumur 660 tahun.  Sebuah usia yang sudah panjang dan ditandai berbagai peristiwa sejarah. “Rangkaian sejarah Ngawi ini harus diingat, bahwasannya sejak masa lebih 600 tahun lalu, Ngawi sudah ikut mewarnai,” ujar Budi Sulistyono alias Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi.

Menghiasi hari jadi Ngawi ke-660 tahun, prosesi ziarah ke taman makam pahlawan dan ke makam leluhur, tak pernah dihilangkan. Bupati, wakil bupati dan jajarannya menabur bunga sampai makam bupati pertama Ngawi, Adipati Kertonegoro dan Patih Ronggolono di Ngrambe, 2 Juli. “Generasi muda harus tahu bahwa sejak dulu, Ngawi memegang lokasi penting dalam jalur distribusi sehingga perannya selalu diperhatikan termasuk oleh Belanda,” ungkap Kanang.

Prosesi sejarah lain yang dilakukan adalah kirab pusaka dari Ngawi purba ke Pendapa Wedya Graha, 3 Juli kemarin. Prosesi ini diikuti bupati, wabup, sekda, pimpinan DPRD serta pegawai pemkab yang berpakaian tradisional jawa. Kirab ini dirangkaikan dengan jamasan pusaka dengan ritual yang dipimpin cucuk lampah Sugito. Adanya prosesi kirab dan jamasan pusaka ini berlangsung khidmad dan menarik masyarakat untuk terus menyaksikan. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait