Tuesday, 17 July 2018

Wujudkan Konservasi SDA, Perlu Peran Serta Masyarakat

post-top-smn
Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Ngawi, Dodi Aprilasetia saat menyampaikan materi sosialisasi pentingnya peran serta masyarakat dalam konservasi SDA

Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Ngawi, Dodi Aprilasetia saat menyampaikan materi sosialisasi pentingnya peran serta masyarakat dalam konservasi SDA

Ngawi, SMN – Peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam mewujudkan perlindungan dan konservasi sumber daya alam. Peningkatan peran serta masyarakat ini terus digaungkan Pemkab Ngawi melalui Dinas Lingkungan Hidup. “Kita akan terus sosialisasikan pentingnya peran serta masyarakat ini dalam perlindungan dan konservasi Sumber Daya Alam. Termasuk untuk mendukung proram Ijo Royo-royo yang sudah dicanangkan Pemkab Ngawi,” kata Dodi Aprilasetia, S. Hut, M.Si, Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi.

Sosialisasi mengenai pentingnya peningkatan peran serta masyarakat untuk konservasi SDA ini, dilakukan di semua kecamatan di Kabupaten Ngawi. Diantaranya yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Jogorogo, 23 Agustus lalu. Sosialisasi ini diikuti kelompok tani, penyuluh pertanian dan perkebunan, kelompok Masyarakat dan tokoh Masyarakat dari Kecamatan Sine, Kendal,Ngrambe dan Jogorogo. “Karena pelestarian lingkungan, konservasi sumber daya alam itu harus dilakukan secara terpadu, tidak bisa sendiri-sendiri dan harus berkesinambungan,” ungkap Dodi.

Antusiasme masyarakat sendiri untuk menanam sangat tinggi, apalagi Dinas Lingkungan Hidup di tahun 2017 juga sudah merespon permintaan bibit tanaman yang diajukan oleh kelompok tani dan kelompok masyarakat. “Ada bibit tanaman kayu-kayuan maupun tanaman multy purpose tree species (MPTS) berupa bibit buah-buahan. MPTS atau tanaman buah-buahan adalah yang paling tinggi animo permintaannya, karena jenis tanaman ini memang bisa diambil kayu maupun buahnya,” ujar Dodi.

Dodi sendiri menyarankan untuk segera dilakukan penyulaman bila tanaman mati. Selain itu, warga juga disarankan menanam saat musim hujan sehingga tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Sesuai dengan slogan Dinas Lingkungan Hidup, untuk lebih baik menanam satu batang pohon di musim hujan daripada menanam seribu pohon di musim kemarau. “Ada yang harus dicermati yakni cara penanaman yang benar dan pemeliharaannya secara kontinyu agar tanaman tumbuh baik,” ujar Dodi.

Adanya peran serta masyarakat dalam penanaman dan konservasi diharapkan akan membentuk Kabupaten Ngawi yang ijo royo-royo, berwawasan lingkungan dan hasil tanaman juga dapat menambah perekonomian Masyarakat. “Kami akan galakkan terus kesadaran warga dalam melakukan penanaman pohon, baik di pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong, karena keberhasilan mewujudkan Ngawi Ijo Royo-royo juga harus didukung semua pihak,” pungkas Dodi. (ari)
post-top-smn

Baca berita terkait