Tuesday, 25 June 2019

Wujudkan Jatim Bebas Kanker Serviks, TP PKK Jatim Gelar IVA Test dan Sadanis

post-top-smn

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Dra.Hj. Nina Kirana Soekarwo M .Si bersama Kepala Dinas Kesehatan Jatim Dr. Kohar dan Perwakilan YKI Jatim Ibu Mustofa Talkshow Ngobrol Pinter ( Ngopi ) Bareng Pakde Karwo di Studio JTV Surabaya.

Surabaya, SMN – Demi mewujudkan Jawa Timur bebas kanker, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Jawa Timur menggelar gerakan deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui Inpeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) Test dan pemeriksaan payudara klinis atau sadanis.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Timur, Dra. Hj.  Nina Kirana Soekarwo saat talkshow dalam acara Ngobrol Pinter (Ngopi) Bareng Pakde Karwo di Studio JTV Surabaya, Jl. A. Yani Surabaya, Senin (30/10) malam.

Bude Karwo, sapaan akrab Ketua TP PKK Provinsi Jatim mengatakan, gerakan ini sebagai salah satu upaya promotif dan preventif dalam penanggulangan penyakit kanker serviks. Guna menyukseskan gerakan ini, TP PKK Jatim siap memanfaatkan para kadernya yang berjumlah 1,5 juta orang yang tersebar diseluruh Jatim.

“Kami akan melakukan pendekatan secara persuasif dengan memanfaatkan dasawisma, agar kaum wanita tidak lagi ragu atau malu-malu mengikuti tes IVA dan sadanis. Apalagi, semua pemeriksaan dilakukan oleh petugas perempuan” kata istri Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo ini.

Ditambahkan, gerakan ini dinilai lebih efektif dalam menekan serta mengurangi jumlah penderita penyakit kanker ini. Hal itu bisa dibuktikan dari jumlah peserta deteksi dini. Dimana saat terdapat pencanangan gerakan yang dilakukan TP PKK, jumlah yang mengikuti IVA test mencapai 142 ribu orang tahun 2015. Sedangkan ketika tidak ada gerakan, turun menjadi 68 ribu orang tahun 2016.

Pentingnya gerakan ini, lanjut Bude Karwo, karena berdasarkan data WHO, dalam setahun terdapat 490.000 kasus baru penyandang kanker serviks. Dalam sehari terdapat 40-45 kasus besar dan 20-25 diantaranya meninggal karena penyakit ini. “Yang disayangkan, 70% penderitanya baru berkonsultasi ke dokter ketika kankernya sudah pada keadaan stadium lanjut, sehingga penanganannya lebih sulit” lanjutnya.

Selain itu, berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2008, jumlah penderita kanker payudara di Indonesia terus meningkat. Pada 2004, terdapat 5.207 kasus, Tahun 2005, jumlah penderita kanker payudara meningkat menjadi 7.850 kasus, Tahun 2006, meningkat menjadi 8.328 kasus, dan pada tahun 2007 jumlah tersebut tidak jauh berbeda meski sedikit mengalami penurunan yakni 8.277 kasus.

 

Target Periksa 132 Ribu Wanita

Dalam kesempatan yang sama, Bude Karwo menjelaskan, TP PKK Jatim menargetkan sebanyak 132.000 wanita untuk mengikuti gerakan deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui Inpeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) Test dan pemeriksaan payudara klinis atau sadanis pada tahun ini.

“Sejauh ini yang sudah memeriksakan diri baru 68 ribu, kami terus mendorong agar target 132.000 ribu wanita itu bisa tercapai” ucapnya.

Bude Karwo juga meminta dukungan masyarakat, baik tua maupun muda agar gerakan ini bisa sukses. Pasalnya, jika sebelumnya mayoritas penderitanya adalah mereka yang sudah berkeluarga, namun dalam perkembangannya, ternyata usia 21-22 juga banyak yang sudah positif. Meskipun mereka belum menikah.

Lebih lanjut Bude Karwo mengatakan, gerakan ini juga dilaksanakan di lingkungan Pemprov Jatim, dimana sebanyak  20.442 orang aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan yang sudah menikah usia dan istri dari pegawai ASN di lingkungan Pemprov Jatim usia 30-50 tahun, juga melakukan pemeriksaan IVA Test dan sadanis.

“Kanker serviks adalah jenis kanker yang dapat dicegah, dilakukan dengan sederhana melalui gaya hidup yang sehat.” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Kohar Hari Santoso, perwakilan YKI Jatim, Ibu Mustofa, Kepala Diskominfo Jatim, Eddy Santoso, perwakilan mahasiswa FK Hang Tuah, dan anggota TP PKK Jatim.

post-top-smn

Baca berita terkait