Wednesday, 20 March 2019

Welly Kristanto, Dirut PDAM Magetan : “Penting, Peran Holistik Media Bagi Pelayanan Publik”

post-top-smn

Drs.Wely Kristanto,Msi, Dirut PDAM Lawu Tirta Magetan.

Magetan, suaramedianasional.co.id – Di era digital seperti ini komunikasi publik berjalan secara mandiri,
masyarakat bahkan perseorangan pun secara teknis bisa membuat sarana (media) untuk berkomunikasi terlepas dari ketentuan regulasi yang ada,
sehingga pemerintah tidak lagi harus menyediakan media, juga tidak bisa
menghambat tumbuh nya media komunikasi publik atau media sosial.
Karenakan perangkat
(media) ponsel/gadget bisa dimiliki dengan mudah oleh perseorangan,
karena itulah revolusi komunikasi public bergerak sangat cepat dan massif
disetiap kebutuhan dan komunitas masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Wely Kristanto, Dirut PDAM Lawu Tirta Magetan.
Lebih Lanjut Wely megatakan bagi institusi pelayanan publik seperti PDAM
sebuah keniscayaan untuk ikut ber-evolusi pelayanan publik nya dengan
digitasi komunikasi, suka maupun terpaksa, dalam kondisi mudah atau sulit,
jika tidak segera membuka dan menyesuaikan diri maka dia akan semakin
terpojokan pada sudut yang sempit dan gelap ditengah gemerlapnya opini
publik yang terbuka tanpa sekat, ruang dan waktu. Maka institusi pelayanan
publik harus jujur dan transparan, untuk bisa transparan harus ber-
integritas dan berkinerja baik dan professional, secara personal maupun
secara korporasi. Jika tidak institusi pelayanan publik diposisikan inferior
oleh opini publik yang dilayani, dengan tutur bahasa tanpa batasan
standar sesuai kultur karakter core bisnis masyarakat yang dilayaninya.
Semakin kompleks latar belakang kelompok msyarakat yang dilayani
semakin beragam bahasanya.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Dirut PDAM ini jika media mampu membangun
opini dan psikologis masyarakat dengan sangat holistik, media akan masuk
ke publik dengan empat penjuru, masuk melalui mata, dengan mata
masyarakat bisa membaca dan melihat, terus masuk ke pikiran untuk
dianalisa dan diperkaya, masuk semakin dalam ke dalam alam bawah sadar
dan hati, keluar melalui gerakan bibir, tangan dan kaki.
Hasilnya
berupa gerakan bibir-tangan-kaki mengikuti input yang masuk dan hasil
analisa pengayaan di dalam pikiran dan hati, semakin dahsyat tutur bahasa
yang masuk maka semakin berlipat-lipat kedahsyatan gerakan bibir, tangan
dan kakinya sebagai out come nya.
Maka pemerintah harus hadir secara on
time untuk mengedukasi standar isi dan tutur bahasa dalam media publik,
jika tidak masyarakat Indonesia yang terkenal santun akan berubah
beringas karena kuat nya pengaruh holistik media dalam mengedukasi dan
menemani masyarakat.
Institusi pelayanan publik juga harus memperkuat kapasitas edukasi
komunikasi publiknya, jika tidak maka tidak mampu mengedukasi publik maka institusi tersebut akan terpojokkan di sudut yang gelap, diopinikan
sebagai lembaga yang dicurigai berbohong, tidak ber-integritas dan tidak
profesional, siap-siap tertekan oleh tekanan masyarakat. Maka seharusnya
institusi pelayanan masyarakat harus membikin berita, jangan dibikin berita
oleh masyakat baik masyarakat yang sebenarnya atau masyarakat netizen.
“PDAM Lawu Tirta sedang mempersiapkan tim Respon Cepat Cyber
Complain (RCCC) Masyarakat” ujar Wely Kristanto.
Hal ini mengikuti evolusi perilaku komunikasi publik masyarakat, dengan harapan bisa
berkontribusi dalam edukasi masyarakat dalam rimba nya media
komunikasi publik.
Di akhir katanya Dirut PDAM magetan Wely
Kristanto mengucapkan DIRGAHAYU PERS INDONESIA TAHUN 2019.
(Sal)
post-top-smn

Baca berita terkait