Tuesday, 18 June 2019

Warga Ngawi Tersangka Perampokan Cilandak Dibekuk , Ratusan Juta Duit Dikubur Dalam Kamar

post-top-smn
Tumpukan uang hasil rampokan

Tumpukan uang hasil rampokan

Ngawi, SMN – Wnt alias Sabak, tak dapat mengelak lagi. Dia pun pasrah ketika beberapa reserse mengetuk pintu rumahnya di Desa Macanan Kecamatan Jogorogo dan membawanya pergi. Sabak pasrah karena sudah tahu itulah konsekuensi dari tindakannya ikut mendukung perampokan yang dilakukan empat orang rekannya yang lain, selama di Jakarta.

Komplotan lima orang ini membobol rumah seorang ekspatriat yang tengah kosong karena pemiliknya liburan. Perampokan yang dilakukan Desember tahun 2015 itu berhasil membongkar rumah dan brankas serta menggasak uang tunai Rp 3 miliar. “Saya sebenarnya hanya menyopiri dan menunggu di luar, kebagian Rp 700 juta,” kata Sabak.

Usai mendapat hasil rampokan ratusan juta, Wnt memutuskan pulang kampung dan kepada sanak saudara yang bertanya dia mengatakan mendapatkan uang dari hasil menemukan di jalan. Duit hasil rampokan itu sebagian dia belikan alat-alat pesta untuk disewakan, selain itu juga membeli motor.

Uniknya, sisa hasil rampokan dia kubur di salah satu sudut kamar. Wnt tak mengetahui bahwa namanya  sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) karena komplotannya sudah tertangkap aparat Polda Metro Jaya. “Nama tersangka ini sudah masuk DPO dan diselidiki ternyata ada di rumahnya di Jogorogo, ya sudah kita tangkap dan serahkan ke Polda Mtero Jaya,” ujar KBO Satreskrim Polres Ngawi Iptu Subandi.

Wnt sendiri meminta dirinya dikasihani karena dia tak ikut masuk merampok namun hanya mengantar para pelaku. Dia juga tak tega harus meninggalkan istrinya yang tengah hamil anak kedua dan usia kandungannya baru menginjak tiga bulan. Apalagi sanak keluarganya pun tak menyangka ternyata dia beraksi kriminal selama bekerja di Jakarta. Kasus ini sampai sekarang masih dalam penanganan Polda Metro Jaya. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait