Friday, 20 July 2018

Warga Lumajang Ditangkap Karena Edarkan Uang Palsu

post-top-smn

JEMBER, SMN – Sukamim (30), laki-laki, pekerjaan swasta, warga Dusun Rojobalen, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur ditangkap karena edarkan uang kertas palsu.

Tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban Mad Paresi alias Mad Buah (56), laki-laki, pekerjaan pedagang buah, warga Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur.

“Iya tersangka kami tangkap sesuai dengan laporan korban, berdasarkan surat laporan Nomor : LP/K/17/IV/2018/Jatim/Res.Jbr/Sek.Jmbg, tanggal 16 April 2018,” kata Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK, tadi pagi saat press rilis.

Menurut Kusworo, hal itu sehubungan dengan perkara dengan sengaja memalsukan rupiah, mengedarkan, memiliki, menyimpan, mengedarkan uang kertas rupiah palsu Negara Rapublik Indonesia.

“Pelaku ditangkap di warung depan SPBU Desa Keting, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur, pada tanggal ……,” jelasnya.

Dari hasil kejahatan tersebut, kepolisian berhasil mengutarakan barang bukti (BB) berupa, 101 lembar uang kertas pecahan Rp 20 ribuan yang diduga palsu, 25 lembar kertas foto copy uang pecahan Rp 20 ribuan, 4 lembar uang kertas pecahan Rp 20 ribuan, 55 lembar uang kertas pecahan Rp 2 ribuan asli.

“Selain itu, kami juga menyita 1 Unit mesin printer merek epson L360, 2 rim kertas HVS, 2 buah gunting, 1 buah pisau cutter, 2 buah penggaris plastik dan 2 bungkus Rokok Surya 12,” tambahnya.

Modus operandi yang dilakukan tersangka Sukamim yang menggunakan uang pecahan Rp 20 ribuan palsu untuk membeli rokok Surya 12 di warung milik korban Mad Paresi.

Saat aksinya diketahui korban, pelaku berusaha melarikan diri, dan motor yang dikendarai pelaku sempat menabrak sepeda motor korban hingga terjatuh dan pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti 101 lembar uang kertas palsu dan 2 bungkus rokok Surya 12 serta uang tunai pecahan Rp 2 ribuan.

“Barulah dari situ, petugas mengembangkan perkara tersebut dan ternyata hasil penuturan pelaku sendirian kepada petugas, mengatakan jika pelaku membuat sendiri uang palsu itu dengan cara memfoto copy rupiah asli dengan menggunakan printer,” ungkap Kapolres Jember.

Pelaku pemalsuan uang ini dijerat dengan pasal 36 ayat (1), (2) dan (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011, tentang Mata Uang jo pasal 245 KUHP dengan ancaman paling lama 15 tahun Pembaruan. Dan hal itu dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi Halimah, Subari, Iwan Iswanto dan Agung Hadi.

Sementara itu, Kasir Senior Bank Indonesia Perwakilan Jember, Jony Setiawan yang hadir di Polres Jember, mengatakan bahwa uang palsu yang di cetak oleh pelaku sangat mudah dikenali, disamping tanda air yang tidak bisa di terawang, hologram pada uang tersebut tidak kelihatan.

“Uang ini sangat mudah dikenali kalau palsu, apalagi pelakunya saat mencetak hanya dengan cara di foto copy menggunakan print warna biasa,” ujar Joni. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait