Tuesday, 14 August 2018

Walikota  Probolinggo  Launching Kampung Tematik di Cangkruan

post-top-smn

 

Walikota HJ.Rukmini.Sh.Msi didampingi Kapolres Kota AKBP Alfian Nurrizal, ASISTEN, Kepala OPD dan FKPD serta camat Kademangan Saat Cangkrukan.

Probolinggo, SMN – Kecamatan Kademangan baru saja meluncurkan program baru andalannya, yakni Kampung Tematik. Sesuai dengan jargonnya, program ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Kademangan Bangkit. Kampung Tematik diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Rukmini dalam acara cangkruan di kantor Kecamatan Kademangan, hari ini (30/7).

Camat  Kademangan  Pujo A.Satrio menjelaskan  Kademangan Bangkit merupakan salah satu inovasi yang dimunculkan untuk mewujudkan Kademangan yang bersih, aman, nyaman, gotong royong, kerja keras, inovatif, dan tertib. “Kampung Tematik jadi salah satu upaya untuk mewujudkan Kademangan Bangkit. Melalui program ini, kami ingin agar setiap warga kademangan melalui RW masing-masing dapat saling bergotong royong untuk menunjukkan kreasinya, dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki,”

Lebih  lanjut  Pujo  menjelaskan  Demi mensukseskan program ini, Kecamatan Kademangan bekerjasama dengan Radar Bromo untuk menggelar Kademangan Bangkit Award 2018 dengan tema “Lomba Kampung Tematik Antar RW Se-Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo”. Tahap sosialisasi dan pendaftaran terkait lomba ini telah rampung sejak pertengahan Juli lalu. Saat ini, tiap RW yang mengikuti lomba ini diwajibkan membuat konsep kampung tematik untuk segera diserahkan ke panitia.

Tiap RW yang mengikuti lomba memiliki potensi masing masing. Mereka pun memiliki konsep yang berbeda-beda. “Seperti di Pohsangit Kidul, ada Kampung Tole yang merupakan singkatan dari kampung ternak olah lele. Ada juga kampung U2lor yakni, usaha urup-urup dan olahan kelor,”

Wali Kota HJ. Rukmini.Sh.Msi  dalam kesempatan tersebut  mengatakan  sangat  mengapresiasi program yang dicanangkan Kecamatan Kademangan kali ini. Namun ia berharap dalam prosesnya nanti para peserta diwajibkan untuk mengutamakan sisi kesehatan di setiap tema yang mereka kembangkan.

“Seperti program usaha urup-urup dan olahan kelor tadi, harus memperhatikan kebersihannya. Bagaimana caranya agar usaha urup-urup tidak identik dengan kotor dan tidak sehat. Harus dikemas dengan baik. Misalnya ada ban bekas, jangan sampai ada genangan airnya sehingga nanti bisa menjadi tempat munculnya jentik nyamuk aedes aegypti,”

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal yang  saat  kegiatan tersebut  hadir  mengimbau kepada warga Kota Probolinggo pada umumnya untuk tidak lagi menggunakan petasan dalam acara pernikahan. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut korban petasan meledak di Jrebeng Kulon, Kedopok baru-baru ini.

“Saya sudah instruksikan kepada jajaran saya agar petasan yang dinyalakan di hajatan pernikahan tidak diijinkan. Apabila nanti masih ditemukan bahan peledak atau petasan dalam hajatan pernikahan, maka akan saya periksa, dan bukan tidak mungkin akan melalui proses hukum.”  ( EDY)

post-top-smn

Baca berita terkait