Wednesday, 20 March 2019

Wakil Walikota Probolinggo Buka World Kidney Day

post-top-smn

Wakil Walikota Muhammad Soufis Subri didampingi Direktur RSUD DR Moch Saleh drg.Rubiyati dan ketua komunitas saat setelah menandatangani terbentuknya komunitas gagal ginjal.

Probolinggo, suaramedianasional.co.id – Wakil Walikota Mohmamad Soufis Subri hari ini (14/3) membuka kegiatan peringatan World Kidney Day (Hari Kesehatan Ginjal Sedunia). Dalam rangka Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo, betempat dihalaman RSUD.
Dr.Rizki Habibie, selaku penanggung jawab Unit Hemodialisa, RSUD Dr.Moch Saleh menjelaskan bahwa di kegiatan tersebut juga dibentuk sebuah komunitas penderita gagal ginjal.
“Dengan membentuk komunitas penderita gagal ginjal dengan hemodialisa, mereka (pasien) tidak sendirian. Kalau sendirian nelongso banget kan rasanya. Di komunitas ini bisa saling membantu, saling sharing dan memotivasi satu sama lain,” katanya.
Lebih lanjut dr. Habibie menjelaskan, komunitas ini juga bisa menambah pengetahuan, seperti makanan apa yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi oleh pasien gagal ginjal. Hingga saat ini, pasien gagal ginjal di RSUD mencapai 120 orang.
Selain pembentukan komunitas, WKD 2019 dengan tema pentingnya kesehatan ginjal untuk semua orang dimana saja, juga diisi dengan talkshow, bazar amal dan lomba cipta menu untuk penderita gagal ginjal yang diikuti keluarga pasien.
Menjawab pertanyaan media bahwa di Kota Probolinggo penderita gagal ginjal cenderung setiap tahunnya meningkat, “memang penderita gagal ginjal selalu meningkat, oleh karena berbagai faktor, yang antara lain karena diabetesnya tinggi, kolesterolnya tinggi dan lainya sehingga dapat memicu gagal ginjal” jelas dr.Habibie.
Dr. Rizki Habibie juga menghimbau kepada penderita atau yang telah terpapar gagal ginjal agar selalu rutin memeriksakan kesehatannya dan selalu rutin minum obat.
Juga dijelaskan oleh dr. Habibie bahwa pasien yang telah gagal ginjal Akut, “ Pasien stadium 5 harus cuci darah dan bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun. Terapi berkesinambungan, pasien sakit jadi kayak tidak sakit. Secara fisik tidak kelihatan, dan penyakit gagal ginjal ini memang karakternya agak unik juga bisa menimpa siapa saja, disemua umur “tambahnya.
Wakil Walikota Muhammad Soufis Subri menyambut baik didirikannya komunitas tersebut dan berharap pasien dapat terlayani dengan baik. Dinas Kesehatan diharapkan bisa menyosialisasikan penyakit gagal ginjal, agar pola hidup masyarakat bisa teredukasi dengan baik. “Terobosan membentuk komunitas ini sangat bagus. Sebagai wadah agar pasien punya semangat, lebih berdaya untuk melakukan aktifitas, namun saya berharap penderita gagal ginjal dapat sembuh semua ” harapnya.
Wakil Walikota juga sangat mendukung adanya pengembangan ruang hemodialisa agar dibuat lebih nyaman mengingat setiap pasien membutuhkan waktu antara 4-5 jam sekali cuci darah. Ditambah dengan musik instrumental. Ya, tahun 2019 RSUD bakal menambah 7 unit alat hemodialisa dan.memperluas ruangan karena masih ada lahan kosong di sisi utara ruang yang ada sekarang. “Saya sangat mendukung program kegiatan Rumah sakit ini, untuk melakukan pengembangan, tidak usah ragu ragu karena disini saya lihat ada keraguan “terangnya.
Setelah secara resmi membuka kegiatan tersebut Wakil Walikota didampingi Direktur RSUD serta para pejabat lainnya berkenan meninjau penderita gagal ginjal yang melakukan cuci darah. (edy)

post-top-smn

Baca berita terkait