Wednesday, 17 October 2018

Wakil Ketua DPR RI Dukung Sikap Pemerintah, Putuskan Kerjasama Militer dengan Australia

post-top-smn
Wakil Ketua DPR RI, Dr.Fadli Zon

Wakil Ketua DPR RI, Dr.Fadli Zon

Jakarta, SMN – Wakil Ketua DPR RI, Dr.Fadli Zon memastikan, DPR dalam hal ini Komisi I akan meminta penjelasan secara rinci kepada TNI terkait penghentian sementara kerjasama militer dengan Australia.

Dalam penjelasannya 4 Januari 2017 lalu, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Wuryanto, menyatakan bahwa kerjasama militer Indonesia dan Australia, untuk sementara ini ditangguhkan.

Fadli menegaskan, meski Mayjen Wuryanto belum menjelaskan secara detail alasan penangguhan tersebut, namun diduga kuat (seperti laporan dari Australian Broadcasting Corporation) hal ini dipicu insiden ditemukannya beberapa materi pelatihan militer Australia.

“Yang bermuatan negatif terhadap TNI serta penghinaan terhadap Pancasila. Kita tunggu keterangan lebih detail dari TNI. Dalam hal ini, DPR RI melalui Komisi 1 akan meminta keterangan secara resmi kepada TNI soal penangguhan kerjasama militer dengan Australia,” Fadli memastikan kembali.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon percaya, TNI telah melalui pertimbangan yang matang dalam mengambil kebijakan penangguhan kerjasama dengan Australia ini.

“Kita dukung sikap pemerintah untuk mengedepankan kepentingan nasional dalam hal ini,” Fadli menegaskan kembali.

Terkait ditemukannya materi pelatihan militer Australia di pangkalan militer di Perth, yang bermuatan negatif tentang TNI.

Serta adanya unsur penghinaan terhadap Pancasila, jika terbukti benar, lanjut Fadli, maka harus ada pernyataan resmi pemerintah Indonesia untuk meminta keterangan dan penjelasan kepada pemerintah Australia.

Sebab hal ini, telah menyangkut ideologi dasar negara. “Hal di atas penting dilakukan, agar terbangun mutual trust dalam kerjasama Indonesia-Australia. Hubungan bilateral yang baik, tak hanya didasarkan unsur saling menguntungkan, tapi juga kesetaraan dan saling percaya (mutual benefit, equality, and mutual trust ),” Fadli menegaskan kembali.

Fadli Zon berharap kerjasama militer Indonesia dan Australia dapat kembali berjalan baik. Hubungan kerjasama kedua negara memang strategis dan harus stabil.

“Letak geografis berdekatan, kedua negara sama-sama memiliki tantangan keamanan yang tak mudah dan butuh kerjasama kuat. Seperti melawan terorisme, human trafficking, keamanan maritim, dan ancaman keamanan kawasan lainnya,” lanjut Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Ketua Umum DPN HKTI ini lagi.

post-top-smn

Baca berita terkait