Friday, 20 July 2018

Wagub Optimis Pembangunan SKTT 150 KV Mampu Pacu Investasi Madura

post-top-smn
Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf bersama Direktur Regional Jatim, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Radardjo Abumanan dan General Manager PLN Uip JBTB 1 Mayorudin melinjau Kabel PLN 150 KV dilukasi

Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf bersama Direktur Regional Jatim, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Radardjo Abumanan dan General Manager PLN Uip JBTB 1 Mayorudin melinjau Kabel PLN 150 KV dilukasi

Surabaya, SMN – Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf optimis pembangunan Saluran Kabel Tegangan Tingi (SKTT) 150 kV Suramadu sirkit 3 dan 4 serta pengoperasian Gardu Induk/GI mampu memacu investasi di Madura. Pembangunan SKTT ini menjadi sangat penting karena listrik merupakan salah satu indikator penting dalam mendatangkan investor.

“Mudah-mudahan ada percepatan dalam investasi dan berujung pada peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di Madura secara keseluruhan,” terang Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim usai meresmikan Groundbreaking SKTT 150 kV Suramadu dan Pengoperasian GI tersebar di Jatim, di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Lobang, Kab. Bangkalan, Rabu (13/09).

Pada kesempatan itu, Gus Ipul mengakui bahwa Madura masih tertinggal dari sisi kemapanan ekonomi dibanding wilayah lain di Jatim. Tak hanya dari sisi nilai investasi yang rendah namun juga di sisi pendidikan. Oleh sebab itu kehadiran listrik di tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan Madura. “Pulau Madura memang sedikit tertinggal dari segi pembangunan, oleh sebab itu segala upaya kita lakukan untuk menggenjot pertumbuhannya termasuk di sisi pasokan listrik,” ungkapnya.

Gus Ipul menambahkan, selama ini investasi di Madura hanya terbatas pada dua sektor, yakni telekomunikasi dan logistik. Namun, saat ini sektor investasi sudah mulai berkembang di bidang pariwisata, kuliner serta kerajinan batik. Dicontohkan tempat wisata yang tengah berkembang dan digemari yakni bukit kapur atau biasa disebut bukit jaddih.  “Wisata disini sudah mulai berkembang, kendalanya hanya di sisi infrastruktur serta pasokan listrik. Dengan adanya SKTT, saya harap investor akan mulai melirik untuk  berinvestasi di pulau ini,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Jatim, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abu Manan mengatakan, pembangunan SKTT 150 kV dan pengoperasian GI tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrofikasi Madura, yang saat ini hanya 66% lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 91%. “Secara keseluruhan proyek SKTT 150 kV Suramadu sirkit 3 dan 4, serta pengoperasian GI di Jatim ini bagian dari program 35 ribu MW yang sudah dicanangkan pemerintah pusat. Targetnya akan kita selesaikan pada Juni 2018,” ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan data yang ada kebutuhan listrik di Madura saat ini sebesar 140 MW yang dipasok oleh SKTT 150 kV sirkit 1 dan 2 dengan kemampuan 200 MW. Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan menjaga kehandalan sistem di Madura, pembangunan SKTT 150 kV sirkit 3 dan 4, merupakan salah satu solusi disamping rencana PLN membangun Pembangkit di Pulau Madura. “Dulu pernah terjadi Madura gelap karena adanya gangguan kabel laut, dengan adanya tambahan SKTT ini maka kedepan kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi,” terangnya.

‎SKTT ini membentang sepanjang 8,5 kilometer sirkit (kms) dari GIS 150kV Kedinding-Surabaya sampai Tower di ujung jembatan Suramadu sisi Madura dan terhubung dengan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV sebanyak 35 Tower menuju ke GI Bangkalan. Sedangkan pengoperasian GI yang tersebar di Jatim diantaranya Altaprima di Gresik, Gunungsari dan Karangpilang di Surabaya, dan Gilitimur di Bangkalan.(*)

post-top-smn

Baca berita terkait