Sunday, 24 June 2018

Wagub Jatim: Pengajian, Pendidikan Moral dan Karakter

post-top-smn
Wagub Saifullah Yusuf saat menyampaikan sambutan di acara sholawatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di PP Mambaul Huda di Kabupaten Kediri.

Wagub Saifullah Yusuf saat menyampaikan sambutan di acara sholawatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di PP Mambaul Huda di Kabupaten Kediri.

 Kediri, SMN – Pengajian dan bersholawat adalah satu kegiatan yang paling disukai Allah Subhanallahu Wataallah dan Rosulullah Muhammad SAW. Karena kedua kegiatan merupakan perkumpulan atau majelis yang mendidik akhlaq, moral dan karakter umat/ masyarakat agar menjadi baik, sekaligus mempunyai rasa cinta pada tanah air.

“Anak-anak di sekolah dirasakan kurang cukup jika hanya mendapatkan pelajaran agama dua jam dalam seminggu. Tetapi dengan adanya majelis-majelis sholawat, majelis taklim, manakib, atau pengajian  yang diciptakan dan dibentuk oleh para ulama/ kyai memberikan kontribusi nyata untuk membangunan akhlak dan karakter bangsa”.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf saat menghadiri pengajian Umum dan  sholawat dalam rangka memperingati Maulud Nabi  Muhammad SAW di PP Mamba’ul Huda, di Desa Pelas, Kec.Kras, Kab. Kediri, Senin (16/1) malam.

Menurutnya, majelis pengajian seperti ini merupakan silaturahmi ukhuwah islamiah guna memperkuat hubungan para santri dengan Kyai, memperkuat hubungan pejabat dengan Kyai sekaligus memperkuat hubungan antara pedagang besar dan kecil di lingkungan Pondok Pesanren.

“Hal ini merupakan waisan para leluhur untuk memperkokoh hubungan antara para santri dengan Kyainya,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, kenyataan seperti inilah yang membuat silaturahmi para santri dengan Kyai tidak pernah putus, guru dan murid tidak pernah jauh. “Karena inilah salah satu kekuatan pondok pesantren yang terus dilestarikan dan dikembangkan. Sebab, kegiatan di Pondok Pesantren seperti ini bisa terus menerus menyambung hubungan murid dengan guru,sekaligus bisa menyatukan perbedaan dan mendekatkan, yang jauh menjadi didekatkan.

Tidak hanya majelis sholawat saja, tapi juga masjelis lain,tahlilan, manakib, atau di tempat kita ini yang dimotivasi untuk selalu dekat dengan Allah. Sekaligus, nyambung dengan Rosulullah, serta pada saat yang sama ukhuwah bisa terbangun.

Selain itu, majelis seperti ini untuk mengevaluasi diri atas jasa besar KH Bisri dalam mengkader tokoh-tokoh agama/ kyai. Betapa hebatnya KH Bisri, karena sudah sekian tahun beliau meninggal namun masih dicari orang. “Apakah kita mampu menanam kebaikan seperti kyai Bisri yang hasilnya bisa kita petik dimasa mendatang,” katanya.

Berkaitan dengan maraknya pemberitaan bahaya narkoba mengintai pondok pesantren, Gus Ipul berpesan, para pengasuh pondok pesantren tidak perlu resah, tapi bila perlu mengadakan test urine sebelum menerima para santri, sebab tidak menutup kemungkinan kalau sudah masuk pesantren sudah baik. Majelis inilah yang nantinya  mampu menjadi penyelamat  dan yang bisa menyelamatkan Indonesia, termasuk Jatim.

Diantara ribuan jamaah yang hadir, hadir  juga anggota DPRD Prov. Jatim dan Forpimda Kab.Kediri serta para Kyai pimpinan Pondok Pesantren yang ada di Kediri.

post-top-smn

Baca berita terkait