Tuesday, 17 July 2018

Wagub Dorong Pancasila Jadi Working Ideology

post-top-smn
Wakil Gubernur Prov. Jatim Memberikan Sambutan Hangat Kepada Seluruh Mahasiswa Yang Hadir Di Acara Bedah Buku Tentang Pancasila Di UNESA

Wakil Gubernur Prov. Jatim Memberikan Sambutan Hangat Kepada Seluruh Mahasiswa Yang Hadir Di Acara Bedah Buku Tentang Pancasila Di UNESA

Surabaya, SMN – Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf mendorong Pancasila agar menjadi working ideology atau diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh elemen masyarakat. Pasalnya, di era globalisasi saat ini, Pancasila seolah hanya berupa jargon yang kerap dipidatokan di acara-acara formal.

“Kami selalu mendorong agar Pancasila menjadi working ideology yang bekerja ditengah masyarakat. Pancasila sebagai pemersatu kita ditengah era globalisasi” kata Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim saat Bedah Buku “Pancasila-isme dalam Dinamika Pendidikan” di Gedung Serbaguna Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Jl. Ketintang Surabaya, Senin (12/6).

Gus Ipul mengatakan, menjadikan Pancasila sebagai working ideology artinya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam melaksanakan pekerjaan serta menyelesaikan segala persoalan dalam kehidupan sehari-hari, mulai masalah kecil sampai besar, apalagi permasalahan politik.

Ia mencontohkan, dalam sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan yang Maha Esa. “Bagi yang beragama muslim, kita bisa mengimplementasikan makna sila itu dengan hadir sholat berjamaah di masjid. Makin banyak yang hadir, berarti makin banyak pula yang mengamalkan Pancasila” katanya.

Pentingnya menjadikan Pancasila sebagai working ideology di era globalisasi, lanjut Gus Ipul, dikarenakan penduduk Indonesia dinilai sudah mulai melupakan Pancasila. Berdasarkan riset Lembaga Survey Indonesia (LSI), terdapat 8% penduduk Indonesia yang tidak percaya Pancasila bisa menyejahterakan bangsa.

Karena itu, Gus Ipul mendukung acara bedah buku yang bertajuk “Pancasila-isme dalam Dinamika Pendidikan” ini. Pasalnya, pendidikan adalah cikal bakal berkembangnya paham-paham yang ada ditengah masyarakat, terutama generasi muda. “Buku ini membuat kita lebih paham dan mengerti Pancasila. pungkasnya.

 

Ketua MPR RI Ajak Jaga Pancasila

Dalam kesempatan itu, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengajak seluruh pihak untuk menjaga Pancasila. Pasalnya, pancasila merupakan dasar negera Indonesia dalam rangka mempersatukan bangsa, terutama di era globalisasi saat ini. Setiap unsur dalam pancasila selalu memiliki makna dan itu harus dipahami oleh setiap rakyat.

Ketuhanan yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang adil dan beradab misalnya. Artinya menegaskan bahwa bangsa indonesia adalah bangsa yang memiliki Tuhan dan juga saling kasih sayang, cinta kasih, menghormati, menghargai, membantu senasib dan sepenanggungan.

Kemudian, Persatuan indonesia. Yang menjelaskan bahwa mendirikan suatu bangsa Negara Kesatuan Repulik Indonesia untuk seluruh rakyat Indonesia. Memiliki prinsip yakni suatu kebangsaan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan yang senasib dan sepenanggungan.

Selain itu, musyawah dan mufakat merupakan hal yang harus terus diimplementasikan. Pasalnya hal itu menjadi dasar demokrasi yang tidak membeda-bedakan suku, agama, kelompok, dan ras.

“Sekarang berkembang kami, kamu. Kelompok kami bukan kelompok kamu. Kita dan kalian juga berbeda, padahal kita pancasila yang sepenanggungan. Dan terjadi persaingan antar saudara, bahkan seperti musuh. Jika ada masalah, maka itulah gunanya musyawarah mufakat,” pungkasnya.(*)

post-top-smn

Baca berita terkait