Tuesday, 19 June 2018

Wabup Soedjarno Serahkan Bantuan 40 Unit Rumah Hunian Baru Korban Terdampak Tanah Longsor Banaran

post-top-smn

Ponorogo, SMN – Sejumlah 40 unit rumah warga yang telah hancur menjadi korban amukan bencana tanah longsor di dusun tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo setahun yang lalu, kini telah dibangun kembali rumah tempat hunian baru yang didanai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Ponorogo.

Pasalnya  telah diserahkan oleh Wakil Bupati Soedjarno kepada warga korban terdampak dengan diikuti dan dihadiri Wakil Bupati Ponorogo DR H.Soedjarno MM,Dinas terkait,pejabat Provinsi Jawa Timur, Forpimda,Forpimka dan segenap undangan yang hadir pada hari Rabu (7/3). Pembangunan rumah yang menelan dana Rp 2,8 miliar ini dikerjakan TNI bersama warga dalam jenjang waktu satu bulan tersebut telah membuat korban terdampak merasa lega.
Wabup Soedjarno saat ditemui SMN menyampaikan adapun total rumah hunian baru yang telah dibangun sesuai dengan yang hancur dan rusak sejumlah 40 unit  dengan rincian 36 unit bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Timur dan 4 unit bantuan dari pemerintah kabupaten Ponorogo,” ujar Wabup Soedjarno.
Menurutnya sebelum menempati rumah baru ini warga terdampak bencana longsor Banaran tinggal di hunian sementara.Dengan telah dibangunnya rumah tempat hunian baru yang telah diserahkan membuat warga korban terdampak bisa bernafas lega dengan tinggal di rumah yang dibangun oleh pemerintah.”Hunian tetap yang dibangun ini bertempat di lahan milik masing-masing warga. Sehingga kepemilikan atas rumah tersebut tidak ada masalah. Sedangkan Rinciannya sebanyak 33 unit dibangun di Desa Banaran, 5 unit di desa Singgahan dan 2 unit di Desa Bekiring, karena sesuai dengan lahan masing-masing warga,” papar wabup Soedjarno.
Dijelaskannya juga untuk masing-masing rumah yang dibangun dengan ukuran type 48 ini menghabiskan dana Rp 72 juta per unit. “Didalamnya ada dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur dan ruang keluarga,” ujarnya.
Masih menurut Soedjarno pembangunan rumah dialokasikan di lahan lain di luar wilayah longsor demi keamanan para warga. “Ini sudah sesuai dengan kebutuhan warga kita yang terkena longsor dan mereka harus direlokasi ke tempat lain yang lebih aman,” imbuhnya.
Lebih lanjut Wabup Soedjarno juga berharap warga terdampak dapat menempati rumah baru dengan tenang dan dapat beraktifitas seperti sedia kala serta peristiwa kejadian bencana tanah longsor yang menimpa Desa Banaran Kecamatan Pulung dengan korban tewas 28 orang akibat tertimbun serta 23 unit rumah warga tertimbun material longsor yang terjadi pada 1 April 2017 yang lalu tidak terjadi lagi,”Pungkas Wabup Soedjarno. (Humas/Adv/Wied)

post-top-smn

Baca berita terkait