Sunday, 25 August 2019

Breaking News

Wabup Ajak Hidupkan Lagi Gropyokan Tikus

post-top-smn

Wabup Ngawi Ony Anwar, saat aksi gropyokan tikus di persawahan Desa Dempel, Kecamatan Geneng

Ngawi, suaramedianasional.co.id – Ancaman hukum yang mengintai para pemilik sawah yang nekat memasang jebakan strum listrik di lahan  sawah benar-benar menjadi dilemma. Jebakan itu memang dapat membat orang celaka dan faktanya dalam setahun sudah 7 orang meninggal keseterum jebakan tikus di sawah. Polisi pun bertindak tegas dengan mensosialisasikan undang-undang KUHP yang dapat menjerat pemilik sawah yang memasang jebakan listrik di lahan mereka.

Sosialisasi ini dilematis karena upaya menyetrum tikus memang menjadi salah cara yang dipercaya efektif mengingat tikus selalu menyerbu secara berkoloni. Berbeda dengan polisi yang mensosialisasikan aturan hukumnya, Wabup Ngawi, Ony Anwar, justru mengajak masyarakat dan warga petani menghidupkan kembali gotong royong berburu tikus.

Ony pun turun ke Desa Dempel Kecamatan Geneng, bersama petani dan polisi, Selasa (11/12). Dia melihat aksi gropyokan dan gotong-royong petani dalam merazia liang-liang tikus di tanah kering dan pematang sawah. Tikus dikenal sebagai hewan produktif dan sangat cepat perkembangannya. Dalam masa 120 hari saja sepasang tikus sudah dapat berkembang biak menjadi ratusan. Mereka hidup dengan membuat lubang-lubang di tanah kering dan menyerbu secara berkoloni pada sawah-sawah warga. “Memang saat tikus menyerbu padi, sangat mengerikan karena mereka berkoloni, dilakukan saat malam hari,” katanya.

Undukan-undukan tanah kering akan menjadi lahan empuk untuk sarang koloni tikus yang berkembang sangat cepat ini. Predator alami seperti tyto alba dan ular sebaiknya juga tidak dibunuh agar dapat mengurangi tikus. Serbuan tikus ini diprediksi bisa merugikan petani sampai lebih dari 50 persen.

Pemberantasan paling efektif memang melalui aksi razia atau gropyokan dan harus dalam skala yang luas. “Butuh kerjasama dengan banyak orang, tidak bisa hanya di satu lokasi saja,” kata Ony.

Gropyokan tikus ini pun berlangsung seru karena semua orang berlomba mengobrak-abrik sarang tikus di sekitar pematang. Berlangsung sampai siang hari, aksi ini berhasil membunuh ratusan tikus yang sering merugikan petani. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait