Tuesday, 14 August 2018

USAHA KERAS KEPALA DESA SE KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN AKHIRNYA AIR LANCAR

post-top-smn

Lamongan, SMN – Senin 30 juli 2018. Dalam dua hari upaya air dari pusat air di Bendungan Babat barage. Berbagai upaya dilakukan oleh Kepala Desa se Kecamatan Turi untuk mencari air dari Bengawan solo guna mengairi sawah masyarakat nya biar tanaman padi nya bisa panen, karna dianggap tahun ini terjadi perubahan iklim yaitu kemaraunya sangat panjang, mayoritas masyarakat se wilayah Kecamatan Turi penghasilannya dari petani tambak selesai panen ikan 3 atau 4 kali panen ikan jenis bandeng, bader ,tombro, mujair, nila dan yang lebih cepat panen nya adalah udang panami umurnya lebih pendek pertumbuhan nya cepat besar dibanding jenis ikan yang lain harganyapun cukup tinggi, biasanya habis panen ikan bila air tambaknya sudah menipis ditanami padi dalam satu tahun hanya satu kali panen. Ada yang sangat membutuhkan air yaitu Desa Wangun Rejo, Desa Badurame, Desa Turi, Desa Mbambang, dan Desa Keben yang menceritakan pada awak media ini bahwa sejak lebaran idul fitri lewat sudah kekurangan air bagi Desa sekitar juga demikian, upaya yang dilakukan para kades yaitu mendatangkan Bego atau Exavator apung yang dipinjam Bapak H. Ipout yang sangat peduli pada kondisi lingkungan daerahnya yang sangat membutuhkan air maka Bego dioperasikan di Daerah Melik Bengawan jero pada saat itu dihadiri Bapak Bupati Lamongan H. Fadli SH MM, didampingi Camat Turi Bapak Sujai SH. Juga para Kepala Desa namun usaha itu kurang membuahkan hasil karna air itu di sedot disel warga sekitar situ, tidak putus asa sampai disitu karna air belum bisa dinikmati masyarkat Desa Keben dan sekitarnya yang sangat membutuhkan maka dicarikan alternatif lain yaitu didatangkan air dari arah bengawan Babat barage, yang sampai membuka pintu Dam air sebanyak 8 pintu, disini baru sukses tanpa menjaga air yang datang karna besarnya pasokan air tersebut, lain dengan yang dari Melik ketika dijaga aman tidak ada yang memompa air sengkan tersebut, bila ditinggal petugas yang mengawal air maka masyarakat sekitar langsung merusak bendungan terpal dan memompanya. Mereka sangat senang karna ada air lewat wilayahnya,dari informasi Kepala Desa Keben Bapak H. Kholik SH, bahwa anggaran yang dibuat operasional BBM solar dan Sewa Pompa Disel dan penjaganya tiap hari memakan anggaran yang cukup lumayan besarnya, dan anggaran tersebut di dapat dari iuran dari uang pribadi Kepala Desa seluruh Kecamatan turi dari Desa Badurame sampai Desa Ngujungrejo sekitar 18 Desa, maka terkumpul uang sebesar 18 juta guna pembiayaan tersebut semua demi kemakmuran masyarakatnya agar tidak resah karena air yang sangat dibutuhkan tanaman padi mereka imbuh Kepala Desa Mbambang M. Bakri SH. ( AQ)

post-top-smn

Baca berita terkait