Wednesday, 17 October 2018

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2016 Pemkab Mojokerto, Patriotisme Progresif Hadirkan Kemandirian Bangsa

post-top-smn
Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa saat menjadi inspektur Upacara pada Peringan Hari Pahlawan 2016

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa saat menjadi inspektur Upacara pada Peringan Hari Pahlawan 2016

Kab. Mojokerto, SMN – Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, mengajak seluruh masyarakat untuk mengembangkan respon kepahlawanan sesuai zaman, yang tidak cukup dengan patriotisme defensif namun juga patriotisme positif dan progresif. Hal tersebut disampaikan kala menjadi Irup (Inspektur Upacara) pada Peringatan Hari Pahlawan 2016, yang digelar di halaman Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/11) pagi.

“Respon kepahlawanan harus dikembangkan sesuai zaman. Setelah merdeka, semangat kepahlawanan tidak cukup dengan mempertahankan patriotisme defensif, kita butuh patriotisme yang lebih positif dan progresif. Patriotisme sejati tidak saja mempertahankan, tapi juga memperbaiki keadaan negeri. Untuk keluar dari persoalan bangsa, patriotisme progresif dituntut menghadirkan kemandirian bangsa tanpa terperosok pada sikap anti-asing,” papar bupati membacakan amanat resmi Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa.

Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla hadir dengan menawarkan VISI transformatif yakni “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.” Dari hal itu, maka dirumuskanlah sembilan agenda prioritas yang dikenal dengan Nawa Cita.

“Agenda prioritas (Nawa Cita) bisa dikategorisasikan ke dalam tiga ranah yakni mental-kultural, material (ekonomi) dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, Pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara aksereratif, berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila dan UD ’45,” tambah bupati.

Dalam upacara yang dihadiri Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Suwito, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK sekaligus first lady Kabupaten Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa, Wakil I Ketua TP-PKK, Yayuk Pungkasiadi dan SKPD, orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto tersebut berharap agar revolusi mental bisa mendorong ‘Gerakan Hidup Baru’ dalam berbagai bentuk.

“Gerakan Hidup Baru adalah revolusi mental itu sendiri, untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia baru, berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, dan berjiwa api menyala. Melalui peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016 ini, semoga kita dapat meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan para pahlawan. Sejalan dengan tema tahun ini yakni “Satukan Langkah untuk Negeri”, kita yakin bangsa Indonesia dapat melewati masalah dan menjadi pemenang,” optimis bupati.

Sebagai informasi, upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2016, ditutup dengan kegiatan ziarah makam di TMP (Taman Makam Pahlawan) Gajahmada. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait