Saturday, 20 October 2018

Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun 2016, Bonus Demografi Bawa Impact Percepatan Pembangunan Ekonomi

post-top-smn
Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat memimpin Upacara hari Sumpah Pemuda

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat memimpin Upacara hari Sumpah Pemuda

 

Kab. Mojokerto, SMN – Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, menyebut beberapa nama pemuda Indonesia masa kini yang berprestasi di industri kreatif, olahraga, musik, dan bidang start up dalam upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 dengan tema “Pemuda Indonesia Menatap Dunia” yang digelar di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/10) kemarin pagi.

“Indonesia berhasil mengantarkan seorang pebalap muda yakni Rio Haryanto ke ajang balap mobil internasional Formula 1 (F1). Di bidang olahraga ada pasangan Owi-Butet yang menggelorakan nama Indonesia di depan publik Rio de Janeiro, Brazil, pada ajang Olimpiade. Menyusul Livi Zheng, sineas muda asal Jawa Timur yang menghentak panggung perfilman Hollywood lewat karya-karya terbaiknya. Ditambah kemunculan pengusaha-pengusaha muda bidang start up seperti Go-Jek, Bukalapak, dan ratusan CEO-CEO muda yang berhasil membawa omzet belanja online (e-commerce) Indonesia tembus hingga Rp 200 triliun pada tahun 2015. Ini sangat mengagumkan, pemuda Indonesia kini makin optimis menjawab menatap dunia,” papar wakil bupati membacakan sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Peran pemuda memang sangat besar sepanjang sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Bapak Bangsa sekaligus tokoh pemuda pada masanya, Bung Karno, pernah meneriakkan pekikan historis yang sangat terkenal, yakni “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Semangat tersebut terus menggelora hingga kini, dan menjadi penyemangat kebangkitan pemuda Indonesia.

“Data demografi Indonesia menyebut jumlah pemuda Indonesia sesuai UU no.40 tahun 2009 adalah 61,8 juta atau 24,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yakni 252 juta (BPS, 2014). Secara kuantitas, angka 24,5 persen sangat besar. Dalam waktu dekat yakni tahun 2020 hingga 2035, Indonesia akan menikmati era langka yakni Bonus Demografi, dimana jumlah usia produktif diproyeksikan berada dalam grafik tertinggi dalam sejarah bangsa yang mencapai 64 persen,” terang wakil bupati.

Wakil bupati yang juga bertindak sebagai inspektur upacara menambahkan jika Bonus Demografi bakal menjadi windows opportunity (peluang) untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan SDM produktif dengan jumlah yang sangat signifikan.

“Rasio sederhananya adalah bahwa dalam 100 penduduk, ada 64 orang usia produktif. Sisanya adalah adalah 46 orang usia anak-anak dan lansia. 64 persen sudah lebih dari cukup bagi kita untuk melesat menjadi negara maju. Sejatinya jumlah besar saja tidak cukup, namun pemuda-pemuda yang memiliki visi besar dalam menatap dunia akan membawa perkembangan positif di masa depan. Bonus Demografi akan memberi impact yang luar biasa nantinya,” tambah wakil bupati.

Hadir juga dalam acara ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Suwito, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ismail Pribadi, Kapolres Mojokerto, AKBP Boro Windu Danandito, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Czi Budi Pamuji, SKPD, dan juga istri wakil bupati, Yayuk Pungkasiadi. (hms/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait