Friday, 20 July 2018

Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2017 di Halaman Pemkab Tulungagung

post-top-smn
Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, S.E, M.Si saat bertindak sebagai pembina apel Hari Santri Nasional dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2017

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, S.E, M.Si saat bertindak sebagai pembina apel Hari Santri Nasional dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2017

Tulungagung, SMN – Senin 23 Oktober 2017 pkl 08.00 s.d selesai bertempat di Halaman Pemkab Tulungagung Jl. Ahmad Yani Timur no 37 Tulungagung telah dilaksanakan Apel Hari Santri Nasional dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2017 oleh Pemerintah Daerah Tulungagung sebagai pejabat pembina apel Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, S.E, M.Si sebagi komandan apel sekretaris PAC NU ngunut diikuti sekitar 750 orang santri.

Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Bhirowo, MM., Dandim 0807 / Tulungagung Letkol Czi H. Agung Isa Rahman, S.H., Kapolres Tulungagung,. Ketua PCNU Tulungagung K.H Abdul Hakim Mustofa para pimpinan pondok pesantren, banser, fatayat , mulsimah NU, para pelajar, Gabungan Santri se kab. Tulungagung Pelajar tsanawiyah dan Aliyah se Kab. Tulungagung serta tamu undangan lainya.
Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, S.E, M.Si dalam dalam amanatnya mengatakan Hari Santri Nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 22 Tahun 2015, merupakan momentum untuk mengenang jasa para ulama yang telah turut serta dalam mempertahankan kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia. “Kiprah para santri telah teruji dalam mengokohkan pilar-pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia berazaskan Pancasila dengan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Para santri berdiri di garda depan dalam mengawal NKRl,” katanya.
Momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman” perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan.
Hari ini santri juga hidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan.
Ada yang unik pada upacara tersebut, dimana Bupati Syahri Mulyo sebagai pembina upacara, beserta para pejabat daerah, para hadirin dan seluruh peserta upacara memakai sarung dan kemeja muslim. (hms/adv/ed)

post-top-smn

Baca berita terkait