Friday, 19 April 2019

UINSA Gelar Multicultural Day 2016 Promosikan Budaya Lokal

post-top-smn

logo-uinsa Surabaya, SMN – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melalui Pusat Layanan Internasional (International Office/ IO) menggelar Multicultural Day (MD) 2016. Melalui agenda rutin tahunan tersebut, UINSA berupaya untuk mempromosikan budaya lokal agar lebih dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Pusat Layanan Internasional UINSA Ahmad Fathan Aniq mengatakan, semangat untuk menggali potensi kedaerahan dan kearifan lokal harus terus dipupuk, kondisi zaman yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi turut mempermudah promosi keunikan setiap daerah di Jawa Timur maupun Indonesia.

“Kami ingin memperkenalkan budaya-budaya daerah kepada khalayak umum, memberikan pengetahuan tentang keragaman budaya beserta tantangan yang mengiringinya. Juga, tentang peran dan kekuatan keragaman budaya sebagai alat pemersatu bangsa,” tuturnya saat pembukaan Multicultural Day, Senin (7/11) di Gedung Auditorium UINSA.

Lebih lanjut, Fathan menambahkan, hal penting lain terkait budaya lokal adalah kesadaran masyarakat tentang  sikap toleransi dan menghormati keragaman budaya. Pada saat yang sama juga dalam rangka mencetak agen-agen perdamaian yang berpengaruh aktif dalam lingkungannya.

Ketua Panitia Pelaksana, Munji Asshiddiqi mengungkapkan sejumlah acara yang digelar pada Multicultural Day tahun ini diantaranya seminar, bazar kebudayaan yang diikuti oleh berbagai organisasi mahasiswa daerah dan internasional seperti mahasiswa Malaysia dan Thailand. Dalam bazar kebudayaan terdapat berbagai macam kompetisi antar daerah, diantaranya Duta Daerah, Performance budaya, Traditional Food, Favorite Booth dan Ranking 1.

Seminar, kata Munji, menghadirkan dua orang narasumber berpengalaman dalam bidangnya, yaitu Prof Kacung Marijan, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga dan Ahmad Najib Burhani, Peneliti Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI. Seminar dipandu oleh moderator, M. Choirul Arif, Dosen Media dan Kajian Budaya UINSA.

Dua pokok materi yang disampaikan saat seminar yakni, pertama, tentang mengelola keberagaman di era global. Pokok bahasan yang disajikan meliputi upaya dalam menjaga dan mengelola keberagaman Bangsa Indonesia di zaman modern ini (era global). Tujuannya, agar keberagaman bangsa Indonesia tetap lestari hingga masa yang akan datang karena keberagaman adalah identitas bangsa Indonesia.

Kedua, peran pemuda dalam melestarikan kebudayaan. Materi yang disampaikan meliputi  upaya masyarakat Indonesia dalam melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya bagi pemuda. Generasi penerus bangsa memiliki peran signifikan dan pengaruh terhadap masa depan bangsa.

Tema besar yang diusung Multicultural Day adalah “Managing Diversity, Fostering Harmony”, diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar organisasi mahasiswa daerah di UINSA dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kreativitas. Sebanyak 500 mahasiswa turut meramaikan. Rencananya, pada gelaran berikutnya rangkaian acara pada momentum Multicultural Day akan dilaksanakan lebih meriah. (luk/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait