Monday, 21 May 2018

Timor Leste Kirim SDM Belajar Bidang Kesehatan di Unair

post-top-smn
kampus-c-unair

Kampus C UNAIR

Surabaya, SMN – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Timor Leste melakukan penjajakan kerjasama dengan Universitas Airlangga dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan. Pengembangan SDM tersebut dilakukan dengan mengirim SDM untuk belajar di Universitas Airlangga (Unair).

Direktur Nasional Administrasi dan SDM Kemenkes Timor Leste Maximiano Neno mengatakan, ada lima prioritas bidang pendidikan kesehatan yang mereka butuhkan terkait dengan pengembangan SDM di negaranya. Kelima bidang pendidikan kesehatan tersebut diantaranya spesialis penyakit dalam, anak, bedah umum, anestesi, dan kebidanan dan kandungan.

Pemerintah Timor Leste, kata Maximiano, saat ini membutuhkan tenaga kesehatan subspesialis. Mengingat, tenaga kesehatan subspesialis di sana belum mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Sampai saat ini terus terang, kita belum memiliki dokter sub spesialis yang bisa memenuhi kebutuhan di sana. Maka itu kami ingin memberikan pendidikan untuk para dokter, untuk mendidik dokter-dokter spesialis di sana untuk dididik menjadi dokter sub spesialis,” ungkapnya saat penjajakan kerjasama berlangsung Rabu (28/12), di Ruang Sidang B, Kantor Manajemen, Kampus C UNAIR.

Direktur yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair itu berharap, setidaknya awal tahun 2016 ada tindak lanjut yang positif terkait kerjasama ini. Namun begitu, ia belum bisa memastikan jumlah SDM yang akan dikirim untuk belajar di Unair. “Ini masih dalam tahap diskusi, belum bisa dipastikan berapa yang akan dikirim,” ujarnya.

Direktur Pendidikan Unair Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan, penerimaan mahasiswa asing tersebut akan mengikuti sistem seleksi yang diselenggarakan di Unair. “Semua mengikuti sistem penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan di Unair. Ini ada pembicaraan khusus karena menyangkut bidang kesehatan, bidang yang berhubungan langsung dengan manusia, sehingga tidak bisa toleransi terkait seleksi. Tidak bisa kemudian lebih dilonggarkan,” tutur Nyoman.

Pendaftaran mahasiswa asing di Unair yaitu melalui jalur mandiri khusus mahasiswa asing. Nyoman juga mengatakan, sejauh ini tidak ada kuota khusus yang diberikan terkait jumlah mahasiswa asing. Rencananya pada tahun 2017 mendatang, pendaftaran jalur mandiri untuk mahasiswa asing akan dilakukan secara online.

Sebelumnya, pemerintah Timor Leste telah rutin mengirimkan putra putri terbaik mereka untuk menempuh pendidikan di Unair. Pemerintah Timor Leste telah memulai mengirim putra putri terbaik untuk belajar di Unair sejak 2002 silam. Sejak tahun 2014 hingga saat ini, tercatat, ada 16 mahasiswa asing asal Timor Leste yang berkuliah di Unair. Mereka diterima di Unair baik yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Timor Leste maupun beasiswa yang diberikan oleh Dikti seperti Kemitraan Negara Berkembang (KNB).(luk/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait