Sunday, 25 August 2019

Breaking News

Tim Saber Pungli Kembali Melakukan Sosialisasi usai OTT Tiga Kali

post-top-smn

Satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Pungli) Kabupaten Sampang melakukan sosialisasi di pendopo bupati sampang.

Sampang, SMN Satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Pungli) Kabupaten Sampang melakukan sosialisasi di pendopo bupati sampang. Satgas bentukan pemerintah dalam upaya memberantas pungli yang masih ditemui dimasyarakat, utamanya yang berkaitan dengan pelayanan publik. Ditahun ini, Satgas pemberantasan ini bakal lebih mengefektifkan pencegahan kepada lingkungan PNS dibagian pelayanan.

Acara dihadiri oleh Sekdakab sampang phutut budi santoso yang mewakili Pj bupati sampang H Jonathan Judianto, Kapolres sampang AKBP Budhi Wardiman, Dandim 0828 yang diwakili oleh Kasdim, Kasi intel Kejari Sampang, serta nara sumber Kompol Joes Indra, Kanit II Subdit 3 Tipikor Polda Jatim bersama pimpinan SKPD dan PNS bagian pelayanan publik. Diacara ini dilakukan deklarasi pemberantasan saber pungli sebagai janji PNS sebagai pelayan masyarakat.

Wakapolres Sampang Kompol Suhartono selaku ketua satgas saber pungli kabupaten meminta masyarakat proaktif melaporkan adanya praktik pungli yang mereka temu sehari-hari, sehingga penindakannya lebih cepat. “Jadi masyarakat sekarang harus berani melapor dan mau jadi saksi,” ujarnya mewakili Kapolres sampang AKBP Budhi Wardiman dalam laporannnya, jumat (24/8) kemarin.

Pihaknya mengatakan, sejauh ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman laporan masyarakat yang masuk ke satgas. Sejak dibentuk 28 Oktober 2016, satgas sudah melakukan 3 kali menindak kasus pungli dari berbagai instansi dan daerah. “Tahun 2017 lalu, kita sudah melakukan tindakan OTT yang dilakukan tim saber pungli. Ada yang berkaitan karcis retribusi, bagian perijinan, dan pelayanan masyarakat terhadap bidan di Dinkes sampang,” katanya.

Dalam sosialisasi ini, pihaknya mengingatkan bahwa pungli yang biasa ditemui dalam keseharian merupakan pelanggaran hukum. Dengan demikian, masyarakat diminta untuk tidak menjadikannya sebagai budaya dan muncul kemauan untuk melaporkan oknum yang melakukan.

Ia berharap tak hanya kepolisian yang aktif, tapi juga unit pungli di masing-masing lembaga untuk lebih masif melakukan pencegahan dan penindakan. “Semoga dengan sosialisasi ini pencegahan yang lebih kita intensifkan sampai dilakukan peneguran sebanyak 3 kali. Kalau sudah 3 kali masih tetap, baru kita lakukan tindakan,” pungkasnya. (why)

post-top-smn

Baca berita terkait