Sunday, 21 October 2018

Tim Adipura Mulai Gelar P1 Kota Sedang dan Kota Kecil di Jatim

post-top-smn
Ilustrasi - adipura

Ilustrasi – Adipura

Surabaya, SMN – Sejak akhir Oktober lalu, Tim Adipura sudah mulai turun di Jawa Timur untuk melakukan penilaian pertama (P1) kategori Kota Metropolis seperti Surabaya dan Kota Besar yakni Kota Malang. Kini P1 kembali dilanjutkan untuk kategori Kota Sedang dan Kota Kecil yang dilakukan selama bulan November ini.

Adapun beberapa daerah di Jatim yang akan dinilai oleh Tim Adipura,  yakni Caruban (Madiun), Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Magetan, dan Nganjuk. “Mulai hari ini penilaian akan dilakukan untuk Kota Sedang dan Kecil. Untuk penilaian tiap daerah akan dilakukan dalam sehari,” kata salah satu Tim Penilai Adipura, Imam Rochani, Selasa (8/11).

Ia menjelaskan, penilaian kota metropolis dan besar dilakukan tiga hari. Namun kali ini untuk kota sedang dan kecil hanya sehari. “Jika dilihat dari segi penilaian dalam waktu sehari memang kurang maksimal. Ini karena kebijakan anggaran kurang mendukung sehingga untuk penilaian dikurangi,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Imam, dari sistem penilaian Adipura sejak 2015 lalu sudah dilakukan lebih ketat termasuk parameter ukuran obyek yang dinilai. Selain itu, lanjutnya, penialain tidak hanya selesai dari tim juri yang turun ke lapangan dari hasil penilaian pertama dan kedua (P1 dan P2) seperti tahun sebelumnya.

“Kalau dulu cuma juri saja yang menilai langsung di lapangan. Kita tidak tahu dan bisa saja ada permainan (pemberian nilai yang dimanipulasi). Tapi sekarang lebih selektif. Ada proses verifikasi dari pusat,” ujarnya.

Ia memisalkan, paska hasil penilaian tim dilaporkan, maka tim dari tiap daerah ditugasi memverifikasi data daerah lain. “Saya yang menilai wilayah kota metropolitan dan kota besar di Jatim harus memverifikasi data di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Begitu pula tim dari daerah lain juga menilai wilayah Jatim. Bisa jadi hasil verifikasi ini tidak sesuai penilaian, sehingga banyak kab/kota yang gagal dapat Adipura,” jelasnya.

Namun, Imam menilai penilaian Adipura seperti itu lebih obyektif dan sesuai dengan kondisi riil. “Ini sangat bagus. Walaupun tidak banyak yang menerima Adipura di Jatim di tahun 2015, tapi ini lebih obyektif. Setidaknya ini jadi pelajaran untuk persiapan ini,” katanya.

Dari 38 kab/kota di Jatim, tahun 2015 hanya 20 kab/kota yang dapat penghargaan Adipura, yakni Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kab Tulungagung, Kab Jombang, Kota Pasuruan, Kab Banyuwangi, Kota Madiun, Kab Sidoarjo, Kota Blitar, Kab Nganjuk, Kab Tuban, Kab Bojonegoro, dan Kab Pacitan.

Sedangkan untuk sertifikat atau piagam Adipura diterima enam daerah. Di antaranya Kota Kediri, Mojosari Kab Mojokerto, Kab Gresik, Bangil Kab Pasuruan, Caruban Kab Madiun, dan Kab Trenggalek. (afr/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait