Monday, 19 November 2018

Tilik Desa Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni di Desa Pudak Wetan, Bantu 1 (Satu ) Unit Mobil Ambulance

post-top-smn
Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat menanam cengkeh di desa Pudak Wetan didampingi kepala desa Pudak Wetan Purna Irawan

Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat menanam cengkeh di desa Pudak Wetan didampingi kepala desa Pudak Wetan Purna Irawan

Ponorogo, SMN – Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni tak henti-hentinya melaksanakan program pemerintahannya “Ponorogo Berbenah menuju Ponorogo yang Berkemajuan,Berbudaya dan Religious,” dengan kegiatan rutinnya tilik desa yang telah diagendakan dalam jadwal setiap seminggu sekali tepatnya hari Jumat usai Shalat Subuh berjamaah dan senam bareng, kini telah masuk Jumat ke tiga. Dengan tujuan menjalin ukuwah serta bersilaturahmi sebagai sarana guna mendekatkan antara pemimpin dan rakyatnya serta meresmikan badan usaha milik desa (BumDes) dan melihat potensi desa yang bisa dikembangkan sebagai one village one product, juga ingin mengetahui langsung sejauh mana kemajuan desa di Ponorogo selama ini. Pudak wetan masih belum ada bumdes,” Secepatnya untuk BumDes segera dibentuk demi menambah ekonomi masyarakat,” ujar bupati Ipong dalam sambutannya, saat melaksanakan tilik desa di desa Pudak Wetan yang diawali dengan penanaman cengkeh dan dihadiri Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni, Wakil Bupati H.Sudjarno, Sekda Agus Pramono, semua SKPD terkait,Kepala desa Pudak Wetan Purna Irawan dan segenap masyarakat serta undangan yang hadir pada hari jumat 27/01 kemarin.

Bupati yang bukan hanya pengusaha sukses namun juga Begawan dari partai Gerindra ini meyampaikan, Pudak Wetan termasuk daerah dingin yang sangat cocok untuk ditanami cengkeh dan sayuran organik. Pihaknya juga akan berdialog bersama masyarakat sebagai sarana untuk menjalin komunikasi secara langsung guna mengetahui keinginan masyarakat serta menyerap aspirasi-aspirasi yang akan disampaikan kepada Bupati, serta melihat potensi-potensi desa yang bisa dikembangkan sebagai modal dalam membentuk badan usaha milik desa (BumDes) yang terkait erat dengan program unggulan”One Vilage,One Product” sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, ujarnya.

Ipong juga mengutarakan, dirinya akan terus mendorong berjalannya program-program yang lain seperti penggunaan pupuk organik, memperjelas progress bantuan dana 300 juta /desa/tahun untuk jalan poros desa, 25 juta/Bumdes dan 6 juta/ posyandu untuk lansia maupun balita serta memastikan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan berjalan dengan baik dan bantuan ambulance mengingat daerah terpencil, urainya.” Tugas Pemerintah sebagai jembatan dalam mewujudkan keinginan masyarakat yang sesuai dengan program yang tengah berjalan saat ini,” jelenterehnya.” Untuk BumDes kali ini semua kita bantu dana 25 juta, namun untuk tahun berikutnya hanya BumDes yang berkembang saja,”Pungkas Ipong.

Sementara itu masih di tempat yang sama, Kepala desa Pudak Wetan Purna Irawan mengungkapkan, Pihaknya merasa senang dan sangat berterimakasih atas kehadiran bapak bupati H.Ipong Muchlissoni yang telah sudi hadir di desa terpencil paling timur yang berbatasan dengan Kediri, karena kehadirannya telah lama dinanti-nanti dan sangat diharapkan di desa Pudak Wetan selama ini. Dengan kehadiran bupati ke desa Pudak Wetan, masyarakat bisa menjadi semakin dekat dan bisa menyampaikan aspirasinya yang selama ini telah menjadi uneg-unegnya, sehingga masyarakat merasa lega dengan dialog langsung antara masyarakat dengan pemimpinnya, katanya. Purna Irawan juga menjelaskan, terkait dengan badan usaha milik desa (BumDes) saat ini tengah dibentuk yang akan diberi nama BumDes Pudak Wetan Lestari. Adapun potensi yang ada di desa Pudak Wetan saat ini banyak sekali tempat-tempat wisata yang belum tersentuh, diantaranya tanah goyang, air terjun centong, seribu tangga menuju khayangan, holtikultura,sapi perah, sayur mayur organik.” Karena desa kami sebagai ibu kota Pudak juga desa kawasan yang meliputi pasar desa, sub terminal dan sumber informasi, maka kami berharap pembangunan Infrastruktur wisata dan Pasar sayur sebagai pusat sayur organik.“ Harapan kami ke depan Pudak Wetan bisa menjadi Pesona Wisata Kabupaten Ponorogo yang termashyur bukan hanya lokal namun sampai mendunia”,Pungkas Purna Irawan.

Lebih Lanjut,Hal senada juga diungkapkan camat Pudak Kusni, kami sangat berterima kasih, karena ini merupakan wujud tresna asihnya bapak bupati dan wabup kepada masyarakat Pudak, dengan demikian masyarakat langsung bertatap muka menyampaikan aspirasinya sehingga akan mets dengan program bapak bupati,” Manunggaling Kawula Kelawan Gusti betul-betul dirasakan masyarakat Pudak”, ujarnya. Kusni juga menyampaikan, masyarakat Pudak sangat mendukung program organik sesuai dengan apa yang dikehendaki Bupati Ipong,” Dan yang paling kami harapkan pembangunan infrastruktur untuk wisata dan Pasar organik sebagai pusat pasar sayur, sehingga bisa menentukan standart harga sayur di Ponorogo”, papar Kusni. ( Wied /adv/Hms)

post-top-smn

Baca berita terkait