Sunday, 18 November 2018

Terpadu dan Berjejaring, Kiat Bangkitkan Pariwisata Lumajang

post-top-smn

Lumajang, suaramedianasional.co.id – Sektor pariwisata di Lumajang seringkali jadi sorotan. Ini karena pariwisata yang sangat potensial menjadi andalan bagi Lumajang dalam menangguk Pendapatan Asli Daerah (PAD) ternyata belum signifikan hasilnya. Hal ini menjadi kajian bersama dalam rapat koordinasi daerah bidang kepariwisataan dan kebudayaan di Gedung Sujono, Kamis (1/11).

Rakorda itu menjadi menarik ketika dibuka pula forum diskusi dengan narasumber  Kadinparbud Lumajang, Deni Rohman, pengusaha pariwisata dari Probolinggo Ahmadi Utomo dan pelaku pariwisata Abdul Karim serta dimoderatori M. Hariadi Eko Romadhon.

Tema diskusi “Membangun Sinergitas Lintas Sektoral dalam rangka Percepatan Pembangunan Kepariwisataan dan Kebudayaan di Kabupaten Lumajang” ditanggapi oleh Bupati Thoriqul Haq yang datang membuka acara, sebagai sesuatu yang perlu digali lebih dalam.

Cak Thoriq, sapaan akrabnya, menyampaikan kompetisi pariwisata sangat ketat.  Untuk itu, tata kelola persaingan pariwisata harus bisa berjejaring. Memadukan banyak potensi  wisata dalam satu ajang juga dapat menjadi terobosan, sehingga pengunjung akan terpuaskan dengan sekali datang sudah mendapatkan banyak hal yang akan dikenang tentang Lumajang. “Pariwisata tidak bisa kering, harus tumbuh dan berkembang, dinamis dan hidup, sehingga  perlu ada budaya yang menyertainya, ada event, fasilitas serta ada infrastruktur yang harus dibangun,” tambahnya.

Sistem kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta dalam membangun pariwisata, juga menjadi salah satu yang harus dipikirkan saat ini. Hal ini juga diamini Kepala Dinparbud Lumajang, Deni Rohman. Deni mengakui potensi alam di Lumajang menarik dan jarang ditemui di tempat lain. “Pengembangan pariwisata sangat mungkin dilakukan di Lumajang ini, apalagi potensi alamnya sangat luar biasa,” ujar Kadinparbud Deni Rohman.

Namun hal itu saja akan kurang, bila tidak dilengkapi dengan pelayanan ramah, infrastruktur yang memadai dan kerjasama jejaring yang erat antara para pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah. “Karena itu koordinasi lintas sektor itu sangat perlu. Tidak mungkin pemerintah berjalan sendiri tanpa bantuan pihak-pihak lain,” ungkapnya. (tik)

post-top-smn

Baca berita terkait