Sunday, 18 November 2018

TERNYATA KEPUTUSAN PANWAS MEMBUAT MIRIS PENGACARA PELAPOR

post-top-smn

LUMAJANG, SMN – Berdasarkan kajian terhadap fakta fakta dan keterangan para saksi, maka panwas tidak dapat menindaklanjuti laporan kepada petahana. Menanggapi keputusan Panwaslu Lumajang tersebut, pengacara pelapor M. Sholeh SH, menanggapi dengan keras.

Menurut M. Sholeh keputusan Panwaslu Lumajang tersebut melawan akal sehat, dan mengabaikan banyak bukti yang seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan.

“Pada rekomendasi Mendagri jelas ditulis bahwa mutasi harus sesuai dengan lampiran. Ini faktanya ada sejumlah orang yang dimutasi, tapi tidak sesuai dengan rekomendasi. Ini benar-benar melawan akal sehat. Maka kalau dikatakan tidak cukup bukti, ini sangat aneh dan keputusan ini terlalu dibuat buat ,” kata M. Sholeh via selular pada Selasa malam (29/5).

Dalam laporannya, M. Sholeh mengaku sudah menyertakan bukti sejumlah lampiran berupa Rekomendasi Mendagri, kemudian SK sejumlah pejabat yang dimutasi, maka jika bukti bukti tersebut diabaikan, Panwaslu Lumajang harus banyak belajar , agar layak menjadi anggota Panwaslu.

“Sejak awal kita sudah dimintai bukti asli, hal ini sudah menunjukkan keberpihakan panwas kepada incumbent. Dan keputusan ini sudah diduga banyak orang sejak awal,” jelas M. Sholeh.

Walau M Sholeh mengaku belum menerima laporan dari kesimpulan Panwaslu Lumajang tersebut, tapi dia akan segera melaporkan Ketua dan Anggota Panwaslu Lumajang ke DKPP dan Bawaslu RI.

“Kita akan segera melaporkan masalah ini ke DKPP dan Bawaslu RI, karena saya menilai bahwa Panwaslu Lumajang tidak profesional dalam menangani masalah ini,” tegasnya.

Tapi, M. Sholeh belum bisa memastikan, kapan laporan itu akan dibuat, namun dia memastikan, dalam waktu dekat ini laporan ke DKPP dan Bawaslu RI akan segera dikirimkan, untuk menyikapi kesimpulan dan keputusan Panwaslu Lumajang.

Selama pejabat berwenang masih berpihak kepada seseorang, maka hukum tidak akan pernah bisa ditegakkan. (Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait