Saturday, 23 February 2019

Terkendala Kawasan Hutan, Jalan di Barusjahe Sulit Tembus ke Deli Serdang

post-top-smn

Peninjauan jalan yang dilakukan Bupati, Dandim dan sejumlah pejabat OPD di Barusjahe, Rabu (30/1)

Karo, suaramedianasional.co.id – Pembangunan jalan Desa Serdang di Kecamatan Barus Jahe yang dikerjakan dalam program Karya Bakti kerjasama Pemkab Karo dengan Kodim 0205 Karo, menjadi harapan terbukanya jalur jalan dari Barusjahe Kabupaten Karo ke Kabupaten Deli Serdang.

Jalur jalan ini mendapat peninjauan dari Bupati Terkelin Brahmana, Dandim 0205 Letkol (inf) Taufik Rizal, Kasdim Mayor inf Daulat Marpaung serta beberapa kepala OPD lain, Rabu (30/1). Menurut Taufik, pembangunan jalur jalan ini sudah menjadi kerjasama TNI dan Pemkab Karo sejak tahun lalu. “Pada tahun 2018 dikerjakan dalam program TMMD TNI oleh Kodim 0205 Karo dengan anggaran Rp.1,6 M, berhasil membangun jalan sepanjang 2,7 kilometer,” ungkapnya.

Lanjutan pengerjaan pembangunan jalur jalan dari Desa Serdang Kecamatan Barus Jahe ke Kabupaten Deli Serdang ini kini masuk dalam program Karya Bakti TNI tahun 2019 dan dianggarkan sebesar Rp 1,5 M dengan hasil sepanjang 2,5 kilometer. “Jalan yang dikerjakan sekarang proyeksinya kan 2,5 kilometer, batas akhirnya di perbatasan hutan konservasi. Tinggal sedikit lagi sudah selesai,” ungkap Dandim.

Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengatakan, Pemkab sangat terbantu dengan kerjasama TNI khususnya Kodim 0205 tersebut. “Capaian pekerjaannya sangat cepat, bahkan sekarang sudah hampir selesai. Kami sangat berterimakasih,” ujarnya.

Terkelin juga membeberkan ceritanya mencoba jalan baru tersebut. Dia sempat berjalan sekitar 20 menit dan menemukan ujung jalan memang menuju ke perbatasan hutan yang menyambung ke wilayah Desa Liang Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hilir, Kabupaten Deli Serdang. “Ini menjadi bukti bahwa kedua wilayah yakni Desa Serdang di Kecamatan Barus Jahe dan Desa Liang di Kecamatan STM Hilir sudah berhubungan sejak dulu,” ungkapnya.

Jalan di Barusjahe yang diharapkan akan bisa tembus sampai Deli Serdang

Bekas hubungan kedua wilayah terlihat dari bekas pondasi jembatan yang masih ada hingga sekarang. Terkelin mengaku akan meminta Bappeda agar menjajaki kemungkinan untuk menambah jalur jalan menerobos kawasan hutan konservasi. “Ini akan sangat berguna untuk mengurai kemacetan bahkan mempersingkat perjalanan ke Bandara Kualanamu,” ungkap Terkelin Brahmana.

Akses yang makin mudah ini diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan memudahkan wisatawan mencapai Tanah Karo dan sebaliknya, wisatawan dari Karo yang akan  berlanjut ke Deli Serdang perjalanannya juga semakin lancar.

Sayangnya, Kepala Bappeda Karo, Nasib Sianturi, menegaskan bahwa pembangunan jalur jalan yang melintasi kawasan hutan tak begitu saja dapat dikerjakan. Pengerjaan sekarang sampai batas luar kawasan hutan sudah sesuai peta dan spesifikasi yang diizinkan. “Jalur menerobos hutan konservasi ini masih 2,2 kilometer lagi, namun kalau mau dibangun harus memiliki izin dari Menteri Kehutanan,” beber Nasib Sianturi.

Bappeda Karo akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan meminta rekomendasi agar pembangunan jalan menuju ke Deli Serdang dapat terwujud. Rekomendasi dari Pemprov Sumatera Utara ini penting sebagai pengantar meminta izin ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan untuk membangun jalan melintasi hutan konservasi. (ius)

post-top-smn

Baca berita terkait