Wednesday, 17 October 2018

Teliti Longsor, Pemkab Trenggalek Datangkan Ahli Geologi UGM

post-top-smn
Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak Bersama Tim Ahli Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak Bersama Tim Ahli Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta

Trenggalek, SMN – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendatangkan tim ahli geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kedatangan ahli geologi ini untuk meneliti kondisi tanah longsor yang terjadi di ruas jalan nasional maupun pergerakan tanah di perkampungan warga.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, Selasa (29/11/2016) mengatakan, salah satu lokasi yang mendapat perhatian serius adalah Kilometer 16, ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo.

Akses vital yang menghubungkan Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah ini selama hampir dua pekan terakhir terus-menerus terjadi tanah longsor. Bahkan selama empat hari ini akses jalan terputus total, akibat timbunan material longsor.

“Saat ini ada tiga pakar geologi dari UGM yang dikirim ke Trenggalek untuk melakukan penelitian. Kenapa ini kami lakukan, karena jalur ini adalah salah satu denyut nadi perekonomian di pesisir selatan, karena jalur distribusi melalui sini,” katanya.

Menurutnya, tim ahli geologi nantinya akan melakukan penelitian mendalam terkait tanah longsor yang terjadi di KM 16 dan pergerakan tanah yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan dan beberapa wilayah di Kecamatan Tugu dan Trenggalek.

Rekomendasi yang akan dikeluarkan pakar geologi tersebut akan mejadi acuan bagi pemerintah daerah, guna melakukan langkah penanganan jangka menengah maupun jangka panjang, agar kejadian tanah longsor dapat diminimalisir.

“Distribusi barang melalui ruas jalan nasional ini cukup tinggi, terbukti dari jumlah antrean kendaraan yang sangat panjang. Kami ingin roda perekonomian melalui jalur ini tetap berjalan dengan lancar,” katanya.

Pejabat PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, Hari Basuki mengatakan, dari hasil pemetaan dan pengamatan udara yang dilakukan pada ruas jalan Trenggalek-Ponorogo, pihaknya memprediksi ancaman longsor masih cukup tinggi.

“Dari foto udara tampak jelas, bahwa kondisi lereng pegunungan mulai dari KM 15 sampai dengan KM17+200 sangat minim tanaman dan batuan-batuan kecil sudah banyak yang longsor, sehingga batu-batu besar yang ada itu sangat rawan untuk longsor,” ujarnya.

Hari mengakui, untuk saat ini pihaknya masih fokus pada penanganan darurat berupa pembersihan jalur lalu lintas, bekerjasama dengan Pemkab Trenggalek dan Pemprov Jatim.

Sedangkan untuk meminimalisir amblasnya jalan raya, pihaknya berencana membuat saluran air di beberapa titik di jalur Trenggalek-Ponorogo. Mengingat saat ini aspal di dekat lokasi longsoran mulai retak.

“Retakan terjadi karena air dari pegunungan itu masuk melalui bawah tanah, sehingga menyebabkan kondisi jalan menjadi labil. Harapannya dengan membuat saluran air bisa dialihkan,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang tim ahli geologi UGM, Farma Diva mengatakan, dari pengamatan awal, sebagian wilayah Trenggalek cukup rawan terjadi tanah longsor, hal ini diakibatkan oleh struktur batuan yang ada, didominasi oleh batuan vulkanik sehingga rentan ambrol apabila terjadi hujan deras.

“Seperti yang kita lihat tadi, banyak batu jenis lempung, nah batu ini apabila terkena air akan licin dan akan mempermudah terjadinya tanah longsor,” katanya.

Selain itu, secara geologi kondisi kerawanan tersebut terjadi, karena Kabupaten Trenggalek berada diantara patahan-patahan bumi yang memanjang sampai dengan Pacitan hingga Klaten Jawa Tengah.

“Ini tentunya bukan salah dari pak bupati maupun pemerintah pusat, tetapi karena kondisi alam Trenggalek secara geologi seperti itu. Akan tetapi ada faktor lain yang bisa menjadi pemicu lain adalah, tata guna lahan,” imbuhnya.

Untuk mengetahui lebih pasti kondisi beberapa titik longsor, pihaknya masih akan melakukan mendalam dalam beberapa pekan kedepan. Pihaknya berharap hasil penelitian dapat membantu pemerintah dalam mencari solusi. (bdh/bdh)

post-top-smn

Baca berita terkait