Sunday, 18 November 2018

Tanggul Kali Asem Diperbaiki Secara Darurat

post-top-smn

 

Bupati Lumajang dan jajaran pejabat teras lain saat meninjau Kali Asem pasca jebolnya tanggul yang berakibat merendam dua rumah dan puluhan hektar sawah.


Lumajang, suaramedianasional.co.id
– Dua hari pasca jebolnya tanggul Kali Asem yang mengakibatkan puluhan hektar sawah terendam, Pemkab Lumajang turun tangan memperbaikinya. Perbaikan dilakukan mulai dilakukan Rabu (7/11) bahkan Bupati Thoriqul Haq atau acap disapa Cak Thoriq, ikut meninjau lokasi.

Sebelumnya, tanggul Kali Asem ini disoroti karena jebolnya bukan sekadar debit air meningkat namun adanya dugaan salah perencanaan. Bangunan bronjong tanggul tanpa manteling sehingga kekuatannya kurang dan mudah jebol. Luapan air sungai yang tinggi Selasa lalu, mengakibatkan dua rumah warga ikut terendam. “Sebenarnya upaya-upaya ini darurat, kita arahkan lebih dulu menolong merka yang jadi korban, termasuk petani yang sawahnya terendam,” ujar Cak Thoriq.

Penanganan dan perbaikan pada tanggul Kali Asem memang tampak dilakukan secara darurat. Ini tampak  dari langkah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang yang menanggulangi jebolnya tanggul dengan memasang terpal, sak dan jumbo bag sebelum membatasinya dengan BNBP line. Petugas dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja juga melakukan pemebrsihan sampah di sekitar lokasi tersebut. “Penanganan yang dilakukan memang untuk mengatasi kebencanaannya dulu, daruratnya dulu, kasihan masyarakat yang sawahnya terkena imbas,” ujarnya.

Penanganan lebih serius terhadap Kali Asem tak dapat dilakukan Pemkab Lumajang sendirian, Cak Thoriq mengaku terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov Jatim, dan dari DPUPR Provinsi sudah menjanjikan untuk dianggarkan di tahun 2019 mendatang. “Memang harus ada pengelolaan bersama terkait tepian Kali Asem ini,” tuturnya.

Cak Thoriq juga mengingatkan pada penduduk agar memberikan ruang pada sepadan sungai.membebaskan ruang di sepanjang tepian sungai dari bangunan permanen. Renovasi yang dilakukan untuk penanggulangan rawan banjir di kali ini, mau tidak mau harus memperhitungkan keberadaan bangunan-bangunan liar tersebut. “Bongkar bangunan yang ada di sepanjang tepian sungai dan tidak sesuai aturan!” tegasnya.

Tindakan itu bukanlah sebuah penggusuran yang kejam karena kalau dibiarkan akan membuat potensi jatuhnya korban bisa saja menjadi lebih banyak. “Apabila melanggar ketentuan, tindakan tegas harus dilakukan,  sebelum ada lagi musibah banjir yang lebih besar,” ujar Cak Thoriq.

Cak Thoriq saat meninjau penanganan tanggul Kali Asem, didampingi Kepala Bappeda, Nugroho Dwi Atmoko, Kadin Satpol PP, Basuni, Kepala DPUTR Hadi Prayitno, Kalaksa BPBD, Teguh Widjayono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Paiman, Ketua Komisi B DPRD, Solikin, serta Kabag Humas dan Protokol Setda Kab. Lumajang, Aziz Fachurrozi. (tik)

post-top-smn

Baca berita terkait