Wednesday, 19 December 2018

Tanggapan Wakil Ketua DPRD Ponorogo Terhadap Bencana yang Terjadi di Kabupaten Ponorogo

post-top-smn
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Misri Efendi dan Anik Suharto

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Misri Efendi dan Anik Suharto

Ponorogo, SMN – Bencana yang beberapa saat terakhir ini datang bertubi-tubi yang menimpa Kabupaten Ponorogo membuat iba dan keprihatinan yang mendalam para wakil rakyat. Dalam hal ini Wakil ketua DPRD Ponorogo Miseri Effendi. Pihaknya berharap masyarakat tidak beralarut dalam kesedihan. Sebaliknya, harus segera move on. ‘’Musibah sebaiknya dimaknai sebagai refleksi untuk lebih mendekatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,’’ kata miseri.

Ponorogo, kata dia,beberapa saat terakhir ini memang tengah banyak diuji. Utamanya, dua bulan terakhir. Musibah langsung datang awal April lalu. Bencana tanah longsor besar terjadi diwilayah timur. Tepatnya, di Desa Banaran, Pulung. Bencana ini diklaim yang terbesar sejauh ini. Tujuh orang meninggal dunia dan 21 lainnya dinyatakan hilang. Bencana juga mengancam ratusan jiwa warga setempat. Tak pelak, meninggalkan rasa trauma mendalam. Miseri berharap trauma tidak berlarut. Warga harus segera bangkit. Kehidupan wajib terus berjalan. ‘’Pemkab harus tetap hadir hingga masyarakat benar-benar pulih,’’ tegasnya.

Belum habis rasa trauma, bencana kebakaran menyusul. Separo Pasar Songgolangit ludes diamuk si jago merah, Minggu (14/5) lalu atau tepat satu setengah bulan dari bencana tanah longsor. Meludeskan barang dagangan sebanyak 575 pedagang. Dampaknya, hingga ke masyarakat sebagai konsumen. Sebab, kegiatan jual-beli tersendat. Lagi-lagi meninggalkan rasa trauma. Apalagi kejadian serupa pernah terjadi sebelum. Waktunya juga menjelang lebaran. ‘’Pemkab harus cepat. Pedagang harus segera berjualan kembali,’’ terangnya.

Sebab, momentumnya menjelang ramadan dan lebaran. Transaksi jual-beli dipastikan meningkat. Masyarakat sebagai konsumen bakal kelabakan jika pasar induk lumpuh. Miseri menyebut pemkab tidak perlu berlarut dalam keprihatinan. Wajib segera bertindak. Eksekusi nyata lebih dibutuhkan masyarakat. Begitu juga langkah antisipasi ke depannya. Evaluasi wajib dilakukan. ‘’Penyebab kebakaran wajib segera dicari. Harus menjadi bahan evaluasi untuk mencari solusi agar tidak terulang ke depan,’’ ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Ponorogo Anik Suharto mengapresiasi kinerja pemkab sejauh ini. Namun, wajib ditingkatkan ke depannya. Utamanya penanganan yang mendesak bagi masyarakat yang menjadi korban. Mulai rumah bagi korban tanah longsor Banaran hingga tempat relokasi pedagang korban kebakaran. Kedunya masih proses kini. Anik berharap adanya upaya percepatan. ‘’Penanganan sudah maksimal. Tetapi perlu ditingkatkan lagi. Jangan yang sudah baik ini tercoreng karena lamanya penanganan paska bencana,’’ Pungkas Anik Suharto. (Wied/Adv/DPRD)

post-top-smn

Baca berita terkait