Monday, 15 October 2018

Tampung Kreatifitas Desa, DPMD Helat BID

post-top-smn

Suasana Bursa Inovasi Desa (BID) yang diselenggarakan 8-11 oktober 2018

Ngawi, SMN – Penyelenggaraan pemerintahan desa harus semakin mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan kreatif mencari peluang yang bertujuan demi peningkatan ekonomi. Kreatifitas masyarakat pedesaan ini ditangkap oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi dengan menyelenggarakan Bursa Inovasi Desa (BID. BID dilakukan dengan membagi pada beberapa cluster dan diselenggarakan 8-11 Oktober 2018. “Kita bagi empat cluster, dengan memberikan contoh-contoh inovasi yang sudah pernah dilakukan desa, baik skala lokal, daerah sekitar ataupun secara nasional,” ungkap Kabul Tunggul Winarno, Kepala DPMD Ngawi.

Bidang inovasi yang dicontohkan oleh desa dalam BID misalnya, kewirausahaan, sarana pra sarana dan pengembangan ekonomi local. Penggunaan APBDes menurut Kabul sudah harus mulai diarahkan bukan hanya pada pembangunan infratsruktur, namun lebih memberi ruang pada pemberdayaan masyarakat seperti pengembangan usaha dan ekonomi local. “Memang belum banyak aparat pemerintah desa yang familiar dengan proses ini, karena hasilnya memang tidak instan serta bukan kebijakan yang langsung bisa dilihat wujudnya,” ungkap mantan Camat Karanganyar ini.

Dalam BID cluster pertama meliputi Kecamatan Ngawi, Paron, Pitu, Geneng dan Gerih. Pada beberapa kecamatan ini ditunjukkan proses kreatif masyarakat desa dengan membuat seni kerajinan (handycraft), kuliner, pengembangan produksi beras organic, pengolahan tepung cassava, pengolahan sampah melalui bank sampah, dan sebagainya.

BID tahun ini juga diharapkan menjadi momentum bagi aparat pemerintahan desa untuk berkomitmen melakukan inovasi desa sekaligus penganggarannya dalam APBDes tahun 2019. DPMD juga memberikan kartu komitmen yang ditandatangani kepala-kepala desa yang hadir menyaksikan bursa selama diselenggarakan 4 hari tersebut. “Jadi bukan hanya tertarik, namun aparat pemerintah desa wajib memberikan perhatian dan anggaran di bidang pemberdayaan ini,” ujar Kabul.

Ketertarikan perangkat desa dalam bidang pemberdayaan ini tampak jelas dengan antusiasme mereka melihat stand-stand yang ada. Menurut Suprawoto, coordinator pelaksana kegiatan BID, mengharapkan adanya kegiatan tersebut dapat mendorong efektifitas penggunaan dan investasi dana di desa menuju peningkatan produktifitas di desa. “Hal ini akan berujung pula pada peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan,” ungkapnya. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait