Friday, 24 May 2019

Tak Puas Perhitungan Suara di Torjun, Caleg PKS Ancam Demo KPU dan Bawaslu

post-top-smn

H. Totok bersama pendukungnya telah melaporkan Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat dan sejumlah oknum Petugas PPK dan PPS hingga Tokoh Masyarakat desa Patapan Kecamatan Torjun, terkait keterlibatan Jual Beli Suara lintas partai ke Bawaslu Kabupaten Sampang, senin (22/04).

Sampang, suaramedianasional.co.id – Perhitungan suara di tingkat Kecamatan Torjun mendapat reaksi keras dari H. Lutfianto, caleg PKS urutan 4 dari dapil 1. Lutfianto tak percaya dengan hasil rekapitulasi di PPK Torjun karena menyebutkan 2500 suara masuk ke PKS. Menurut Lutfianto, ada 13 TPS di Desa Patapan, Kecamatan Torjun yang tidak menyumbangkan suara ke PKS. Tetapi tiba-tiba tertulis mendapatkan suara banyak.
menurutnya hal itu mustahil sebab di tempat tersebut jelas ada caleg asal desa mereka sendiri yang berangkat dari Partai Hanura. “Ini tidak mungkin, masak anak desa tersebut malah suaranya kosong dan PKS yang meraupnya?” ujarnya.
Lutfianto sendiri sebenarnya adalah caleg PKS namun dia juga meyakini bahwa partainya tak pernah memenangkan coblosan di Petapan.
Lutfianto ata acap disapa Haji Totok ini bahkan memberikan keterangan terbuka pada pers terkait dugaan silang sengkarut perhitungan suara di Torjun itu, Selasa siang (23/04/2019). “Ada 13 TPS di Desa Petapan,  sesuai bukti C1 yang kami miliki, tidak ada suara rakyat yang masuk memilih kader caleg PKS, mereka memilih caleg Hanura,” ujarnya.
Namun saat rekapitulasi Kecamatan Torjun Senin lalu, perkiraan suara yang masuk ke Hanura justru berpindah ke PKS.
Saksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dari Desa Patapan Kec. Torjun, yaitu Husairi juga mendukung pernyataan Totok.
Husairi bahkan melihat dan memiliki foto hingga rekaman video bahwa caleg Partai Hanura bernama Ali Sadikinlah yang banyak meraup siara di Petapan. “Tetapi malah suara lari ke PKS
Sementara, ribuan pendukung H. Totok yang merasa unggul suara di atas 6500 suara dari H. Rahmad Hidayat, dan caleg lainnya di PKS, menghawatirkan kecurangan tersebut, dapat membatalkan calon terkuat terpilihnya H. Totok sebagai satu-satunya Caleg PKS yang akan menjadi Wakil rakyat di DPRD Sampang.
Untuk itu, apabila Bawaslu tidak merespon positif dengan cepat atas laporan caleg H. Totok, hingga rekapitulasi di Kecamatan di sahkan, ribuan pendukung H. Totok tersebut mengancam akan menggelar aksi demo besar-besaran ke kantor Bawaslu dan Kantor KPU Sampang.
Terpisah, H. Djamad Badrun, selaku tokoh Blater yang di segani Oleh berbagai kalangan Masyarakat, termasuk para pimpinan daerah di Sampang, baik dari Bupati hingga Kepolisia tersebut, berharap Bawaslu dan KPU bisa memberikan pelaksanaan Pemilu yang adil, jujur dan transparan, guna menjadi Aman dan Damai.”Kami harap, Bawaslu segera memberikan Rekomendasi buka kotak suara, di Desa Patapan Torjun, dan menggelar penghitungan surat suara secara ulang,c” harap H. Djamad Badrun.
Perlu di ketahui, H. Totok bersama pendukungnya telah melaporkan Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat dan sejumlah oknum Petugas PPK dan PPS hingga Tokoh Masyarakat desa Patapan Kecamatan Torjun, terkait keterlibatan Jual Beli Suara lintas partai ke Bawaslu Kabupaten Sampang, senin (22/04) silam, namun pihak Bawaslu masih belum memberikan sikap yang tegas. (why)
post-top-smn

Baca berita terkait