Saturday, 15 December 2018

Tak Diproses Hukum, Ibu yang Sempat Buang Bayinya Ini Malah Disantuni

post-top-smn

Kapolres Lumajang menyerahkan kembali bayi yang sempat dibuang ibunya karena kesulitan ekonomi.

Lumajang, suaramedianasional.co.id –  Air mata WD menggenang, dengan gemetar dia menerima bayi dan santunan yang diberikan Kapolres Lumajang, AKBP M. Arsal Sahban, Kamis (6/12).
WD patut merasa lega, beberapa hari sebelumnya, dia melahirkan dan dalam kekalutan memikirkan kesulitan ekonomi keluarganya, WD sempat membuang bayinya. Warga Dusun Besuk Selatan, Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro ini, meletakkan sang bayi di rumah salah satu warga, rupanya WD berharap sang bayi ditemukan dan dirawat orang lain.
Namun dia kemudian berurusan dengan polisi sebagai penelantar bayinya sendiri. ” Karena alasan kemanusiaan kita tidak lanjutkan proses hukumnya, kita kembalikan bayi pada sang ibu dan harap dijaga baik-baik,” ujar Kapolres.
Bukan hanya mengembalikan sang bayi, polisi juga memberikan santunan pada keluarga WD.
Dia selama ini kebingungan dengan ekonominya karena sebelumnya juga sudah memiliki dua anak yang masih kecil. Penghasilan suaminya tidaklah menentu sehingga WD kalut dan nekat membuang bayinya. “Dinas sosial juga sudah membantu untuk keberlangsungan dua anak yang lebih besar,” ungkap Arsal Sahban
Bayi yg dirawat di RS Bhayangkara tersebut, oleh Kapolres Lumajang dikembalikan kepada orangtuanya sekaligus memberikan santunan untuk keluarga WD. “Harus dirawat dan dididik dengan baik, ya!” Pesan Kapolres Arsal.

Sang ibu memberi nama anaknya Mohammad Arsal Bhayangkara

Menurut Arsal, hasil gelar kasus ini tidak dilanjutkan karena alasan kemanusiaan. Supaya anak ini bisa dirawat orang tuanya sendiri. “Saya berharap, bayi ini benar benar dirawat dengan benar, karena anak ini adalah investasi bagi orang tuanya kelak,” harap Arsal.
WD pun merasa sangat terharu dan dengan rasa penuh penyesalan menggendong kembali bayinya serta menerima santunan dari Kapolres. “Maafkan saya, Pak. Saya khilaf karena perekonomian kami sulit, jadi gelap mata membuang darah daging saya sendiri,” katanya.

WD juga mengucapkan terima kasih karena banyak pihak telah merawat anaknya dan polisi tidak jadi menjeratnya dengan hukuman. “Mulai sekarang saya akan jaga baik-baik anak ini dan juga terimakasih bantuannya,” ungkapnya.
WD bisa saja dijerat dengan Pasal 76 (c) junto Pasal 80 (4) UU No. 35/2014 tentang perubahan atas UU No. 23/2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana 3,5 tahun penjara.
Tetapi karena kebijaksanaan Kapolres Lumajang, AKBP Muhamad Arsal Sahban, maka WD tidak dinyatakan sebagai tersangka. Keluarga WD sendiri untuk menunjukkan rasa terimakasih dan mengenang kisah bayi ini,  memberikan nama  Mohammad Arsal Bhayangkara pada anaknya.  (tik)
post-top-smn

Baca berita terkait