Tuesday, 14 August 2018

Tak Diduga, Dalam Gang Padat Penduduk Ada Praktik Sapi Glonggongan

post-top-smn

Lokasi sapi diglonggong, digerebek dan dipasang police line.

Ngawi, SMN – Praktik mengglonggong sapi sebelum dijual, menjadi target penggerebekan oleh aparat Polres Ngawi. Tak dinyana, sapi glonggongan ini dilakukan di Gang Mawar, jalan Ronggowarsito Ngawi Kota, sebuah lokasi yang ramai dan padat penduduk serta berada di daerah perkotaan. Sapi glonggongan adalah praktik memaksa memberi minum sapi dengan sebanyak-banyaknya air, sebelum dijual. Hal ini dapat menaikkan timbangan berat sapi dan menambah untung penjual sapi hidup, sampai sekitar Rp 500 ribu per ekor. Namun praktik ini membahayakan sapi karena bisa membuat organ dalam hewan rusak, dan merugikan konsumen yang membelinya.
Operasi tangkap tangan pelaku sapi glonggongan ini, dilakukan kamis (2/7) dan dipimpin langsung Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu.
Polisi bukan hanya menemukan alat bukti berula selang dan beberapa ekor sapi yang sedang diglonggong, namun juga adanya seekor sapi yang mati akibat terlalu lama jadi obyek glonggongan. “Jadi praktik ini dilaporkan oleh warga, sebelumnya hanya menjadi tempat penampungan sementara, namun sekitar seminggu terakhir menjadi sarana pengglonggongan,” ungkap Kapolres AKBP Pranatal.
Polisi menangkap AA (19) yang mengaku sebagai pemilik usaha. Sebelumnya, para tetangga mengaku tidak tahu bila ada praktik pengglonggongan sapi di tempat ini. Kasus ini dalam penyelidikan aparat kepolisian. Sedangkan barang bukti yang diamankan antara lain, selang air, beberapa ekor sapi yang usai diglonggong serta sapi yang mati akibat tindakan tersebut. Lokasi tersebut juga ditutup dan dipasang garis polisi. (ari)
post-top-smn

Baca berita terkait