Sunday, 21 October 2018

Tahun Depan, TPS Terapkan Sistem Karantina Dalam Jaringan

post-top-smn

pt-tps Surabaya, SMN – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang merupakan anak usaha BUMN Pelindo III akan menerapkan sistem karantina dalam jaringan (daring/onilne) untuk operasional petikemas di kawasan setempat mulai tahun 2017.

“Tujuan penerapan karantina online supaya penyajian data dapat lebih optimal, presisi dan terintegrasi dengan baik antara PT TPS dengan Para Pengguna Jasa Karantina (PPJK, red), Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL, red), Eksportir, Importir, dan pihak terkait lainnya,” ujar Kepala Humas PT TPS Solech, dalam keterangan persnya di Surabaya, Kamis (29/12).

Dia mengatakan, dengan adanya sistem itu, urusan karantina akan lebih mudah dan cepat, sebab ada perbedaan prosedur pelayanan dokumen sebelum dan sesudah online, seperti prosedur gate in dan get out import, dan prosedur penerbitan billing untuk kegiatan karatina.”Hari ini kami gelar sosialisasi terkait karantina online, dan kami menyampaikan hal-hal yang harus diperhatikan terkait yang ada didalam sistem tersebut, seperti status flag karantina,” katanya.

Dia menjelaskan, beberapa prosedur penanganan yang berubah antara lain pengesahan stempel “karantina” sebagai penanda bagi pelayanan dokumen akan dihapus atau ditiadakan.

Selain itu, pengesahan stempel “Behandle karantina” sebagai penanda bagi pelayanan dokumen Behandle Karantina (BHKI) juga dihapus, dan beberapa kegiatan lainnya akan dipangkas untuk memperlancar proses.“Selama ini, yang dikeluhkan adalah jam operasional dari karantina yang belum 24 jam. Oleh karena itu akan kami benahi dengan adanya sistem online ini,” katanya.

Sementara itu, sebelum kegiatan sosialisasi Manager Bisnis Development Nur budiman yang mewakili PT TPS menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang ikut berkontribusi untuk pelaksanaan sosialisasi ini. “Kami harapkan sistem karantina online yang mulai diimplementasikan dapat lebih mempermudah dan memperlancar para pemilik barang,” katanya. (ris/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait