Monday, 21 January 2019

Tahun 2019, Dinas PUPR Akan Fokus Pada Peningkatan Jalan

post-top-smn

Pembangunan jalan dengan konstruksi rijit beton akan difokuskan di tahun 2019 mendatang.

NGAWI, SMN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang akan lebih fokus mengerjakan pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Ngawi. Konsentrasi pada pembangunan jalan. Hal ini tak lepa dari keadaan jalan di Ngawi yang masih banyak belum representatif.  “Namun tentu saja, ada skala prioritas, yaitu jalan yang banyak pemanfaatnya, kita memakai data lalu lintas, berapa pengguna jalannya per hari,” ujar Sadli, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas PUPR Ngawi.

Sadli juga mencontohkan ada beberapa ruas jalan yang dikeluhkan warga namun belum sempat terbangun. Hal itu lantaran anggaran pembangunan fisik di Ngawi memang masih rendah. Tingkat pengguna jalan yang melintas di jalanan tersebut, menjadi salah satu pertimbangan DPUPR melaksanakan peningkatan jalan. “Apabila idealnya ukuran kta sekitarRp 250 M – Rp 300 M per tahun untuk perbaikan jalan, sekarang ini baru teralokasikan sekitar Rp 70 M,” ungkap Sadli.

Tahun 2019, Ngawi juga dituntut harus bisa mengejar ketertinggalan dalam hal pembangunan infrastruktur. Jalan-jalan di Ngawi yang saat ini mengalami kerusakan berat maupun sedang, baru tercover peningkatannya hanya sekitar 58 persen. “Masih ada 42 persen jalanan di Ngawi yang harus diperbaiki, namun dengan dana seperti sekarang ya harus ada kiat khusus,” katanya.

Proyek jalan yang akan dikerjakan kelak, juga diarahkan pada jalan-jalan yang mengakses ke ruas jalan nasional. Hal ini demi menunjang kelancaran lalu lintas warga terutama dalam kehidupan perekonomian mereka.

Dana yang sedikit akhirnya disiasati dengan meningkatkan kualitas proyek. Sejak beberapa tahun terakhir, peningkatan jalan diarahkan model rijit beton. “Ini membuat irit biaya pemeliharaan, sekitar 5 tahun sedikitnya, tidak perlu ada perbaikan ke situ,” katanya.

Diakui oleh Sadli, saat ini jalan rijit beton memang menelan dana besar saat pembangunannya. Namun dengan kosntruksi yang lebih kokoh, jalan model ini jauh lebih awet dan tak perlu sedikit-sedikit menggelontorkan dana perbaikan. “Selain itu juga cocok dengan tanah Ngawi yang termasuk tanah gerak, kekurangannya ya dana besar sehingga tidak mungkin membangun yang panjang. Kita laksanakan bertahap dan mendasar prioritas,” ujarnya.

Tahun 2018 lalu perbaikan jalan berkisar pada angka Rp 70 miliar dimana Rp 34 M diantaranya adalah dana DAK. Tahun 2019 mendatang, DA K hanya ada Rp 20 M dan dilengkapi oleh dana APBD Ngawi sekitar Rp 50 M, khusus untuk perbaikan jalan. “Proyek di PU yang berupa pembangunan gedung dan di luar peningkatan jalan, tahun depan tidak ada,” ungkap Sadli.

Konsentrasi mengejar ketertinggalan infrastruktur ini juga turut mempengaruhi performa SAKIP Ngawi. “Kita targetkan akan mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur, tiap tahun, setidaknya kita kejar 20 persen,” ungkapnya.

Proyek gedung sudah diselesaikan tahun ini. Demikian pula dengan pembangunan ikon masuk kota Ngawi berupa tugu gading. “Pada tahun 2019 nanti, di luar peningkatan jalan hanya akan ada proyek pengerjaan master plan membuat gapura pintu masuk ke Ngawi kota,” ungkap Sadli. (ari)

 

 

post-top-smn

Baca berita terkait