Monday, 23 July 2018

Sungai Kasim Diduga Terkenak Limbah PT Area Rama Persada (ARP)

post-top-smn
Warga Desa Gajahyang protes di  kantor camat meranti asahan

Warga Desa Gajahyang protes di kantor camat meranti asahan

Asahan, SMN – Sungai Kasim yang berada di Desa Gajah Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan beberapa hari yang lalu mendadak heboh dikarenakan tiba tiba saja berubah warna menjadi hitam dan mengeluarkan aroma bau dan sangat menyengat bahkan ikan ikan banyak yang mati terapung. Hitamnya air sungai ini diduga lantaran tercemar limbah pengolahan dari Pabrik Kelapa Sawit PT Area Rama Persada (ARP) yang ada di Kabupaten Batu Bara. Ironisnya hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan terhadap pihak perusahaan tersebut, bahkan Dinas Lingkungan Hidup menyebutkan tidak bisa menindak perusahaan tersebut lantaran itu adalah wewenang dari Dinas Lingkungan Provinsi Sumut.

Dari informasi dihimpun dari Ketua Kelompok Tani Pengulah Nagabi yang bernama Carter Panjaitan bahwa air Sungai Kasim mengalir ke 3 desa yaitu Desa Suka Jadi, Desa Gajah, Desa Kuala Kasim dan merupakan perbatasan antara Kabupaten Asahan dan Batu Bara yang biasanya bersih dan warga sekitar Sungai Kasim selama ini menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari hari dan mengairi persawahan,“kini perubahan air Sungai Kasim mendadak berubah airnya menghitam dan berbau busuk sehingga tidak dapat lagi mereka gunakan karena khawatir mengandung penyakit yang membahayakan kesehatan warga,”ungkapnya.

Menurutnya, perubahan air disebabkan ada dugaan bahwa ada kebocoran dari pipa pembuangan limbah di sekitar pabrik kelapa sawit PT Area Rama Persada (ARP), Rabu (9/8) sehingga terjadi perubahan warna air hitam pekat dan berbau bangkai, bahkan mahluk hidup seperti ikan terlihat mati dan mengapung dialiran sungai akibat tercemar limbah pabrik kelapa sawit bila tidak tercemari limbah pabrik,air biasanya jernih.

Lanjut, dampak dari limbah tersebut membuat warga sekitar menunda aktifitas sehari hari, seperti mandi, cuci baju, cuci piring apalagi untuk tanaman, seperti padi sudah pasti tidak digunakan dengan air sungai itu. “Kita belum melakukan cek hasil tanaman padi hingga belum dapat kita pastikan hasil tani padi dikatakan gagal panen, kita tunggu sampai bulan Oktober 2017, apakah berdampak dengan gagal panen,“ujar Carter lagi.

Dari Pantauan Suara Media Nasional, Camat Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Sofyan Manulang beserta Muspika setempat telah melakukan peninjauan terkait adanya laporan warga bahwa Sungai Kasim airnya mendadak menghitam dan berbau. Setelah melakukan peninjauan, Kamis (10/8) petang, Camat Kecamatan Meranti Sofyan Manulang membenarkan, laporan warga yang tinggal di sekitar Sungai Kasim tersebut. Karena itu, pihaknya dan Muspika setempat menyimpulkan akan memanggil pihak PT Area Rama Persada (ARP) yang berada di Kabupaten Batu Bara untuk memberikan penjelasannya.

Sementara puluhan Warga Desa Gajah yang bermukim di sekitar Sungai Kasim tersebut berduyun duyun mendatangi kantor Camat Meranti,Jumat (11/8) meminta penjelasan pemerintah dengan persoalan limbah pengolahan sawit tersebut dengan pihak PT Area Rama Persada (ARP) yang diduga tercemar limbah. Selanjutnya, pertemuan dilaksanakan yang dimotori Camat Kecamatan Meranti tersebut dihadiri Muspida, Kapolsek, DanRamil, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan, Manager PT Area Rama Persada (ARP), serta masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Jumat (11/8) masyarakat satu per satu menyampaikan persoalan sungai yang tercemar, bahkan mereka mengakui sangat tergantung dengan kondisi Sungai Kasim dan digunakan untuk keperluan sehari hari dan juga kebutuhan untuk mengairi sawah. Masyarakat Desa Gajah Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan yang berada di sepanjang Sungai Kasim meminta perusahaan PT Area Rama Persada (ARP) tidak lagi mencemari Sungai Kasim. “Kami minta perusahaan buat surat, berjanji tidak lagi mencemari sungai,” seru Carter Panjaitan.

Manajer PT Area Rama Persada (ARP) memberikan pernyataan apa yang terjadi dalam beberapa hari ini terhadap Sungai Kasim tidak akan terulang lagi ke depan.

Pertemuan yang dipimpin oleh Camat Meranti Sofyan Manulang tersebut akhirnya membuahkan hasil antara masyarakat dan PT Area Rama Persada (ARP) dan siap melakukan sejumlah perjanjian untuk tidak lagi mencemari sungai Kasim dan mengalihkan pembuangan abu, dranase akan dibuat filter dan dialiri ke badan kolam. Dan persoalan kebocoran akan ditutup.

Sementara itu, Kabid Penetapan Badan Lingkungan Hidup Asahan, Poniran mengatakan bahwa limbah yang dikelola perusahaan telah sesuai dengan aturan, namun persoalan masyarakat juga harus disahuti. Dan persoalan ini sudah dilaporkan ke pihak provinsi. Mungkin dalam pekan ini pihak provinsi akan mengujungi perusahan untuk melihat limbah,sebut Poniran mengakhirinya. (Dj. Darwin Simanjuntak)

post-top-smn

Baca berita terkait