Friday, 20 July 2018

Suguhan Budaya Menyatu di Ritual Ganti Langse Petilasan Srigati

post-top-smn
Ketua DPRD Ngawi ikut serta dalam ritual Ganti Langse

Ketua DPRD Ngawi ikut serta dalam ritual Ganti Langse

NGAWI, SMN – Alas Ketonggo dengan petilasan Srigati yang ada di dalamnya, terletak di Desa Babadan Kecamatan Paron. Tempat ini sudah lama menjadi jujugan para peziarah dalam memaknai datangnya bulan Muharram (Asyura). Sejak lama pula, warga Srigati memperingati pergantian tahun baru Islam dengan tradisi Ganti Langse.

Tahun ini tradisi Ganti Langse di petilasan Srigati dikemas oleh Pemkab Ngawi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dinparpora) dengan berbagai suguhan menarik. Selain menyedot animo warga, ritual Ganti Langse juga diharapkan dapat menjadi salah satu ikon tahunan budaya dari Ngawi yang akan bergaung luas. “Tradisi Ganti Langse merupakan salah satu tradisi yang asli dari Ngawi dan sudah dilestarikan selama ratusan tahun, sangat layak jual untuk pariwisata,” ungkap Kabid Kebudayaan Dinparpora Ngawi, Sukadi.

Suguhan budaya menyatu di acara Ganti Langse yang dihelat 4 Oktober 2017 lalu. Ganti Langse tahun ini diisi dengan ruwatan masal, kirab gunungan sampai sedekah bumi. Sukadi menyatakan, budaya Ganti Langse cukup melekat di masyarakat dan diharapkan mampu menyedot wisatawan dan signifikan mendukung tahun kunjungan wisata ke Ngawi. Bahkan ke depan, Ganti Langse bisa diharapkan memberikan warna bagi ritual budaya dan perkembangan pariwisata di Ngawi, menjadi ciri khas Ngawi dan agenda tahunan yang dinanti wisatawan.

Untuk kali ini tandasnya, digelar acara pendukung seperti ruwatan masal gratis yang diikuti 88 orang dan kirab melalui sedekah bumi yang ditandai arak-arakan dua gunungan dari pinggiran desa setempat. Ritual ini ternyata mampu menyita perhatian pengunjung dan cukup menguntungkan bagi masyarakat sekitar yang memanfaatkannya untuk berjualan.

Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko yang turut serta dalam ritual Ganti Langse tersebut, mendukung upaya Pemkab Ngawi membesut Srigati sebagai salah satu destinasi wisat pilihan. “Adanya tradisi Ganti Langse ini juga sangat baik, ini budaya asli Ngawi, jadwal penyelengaraannya bisa direncanakan dan sudah seharusnya dilestarikan dan dikemas semakin bagus,” ujar Antok, sapaan akrabnya. (ari)
post-top-smn

Baca berita terkait