Sunday, 21 April 2019

Stok Raskin Aman Untuk Beberapa Bulan

post-top-smn
Stok beras untuk raskin masih aman

Stok beras untuk raskin masih aman

Jember, SMN – Stok beras menurut Kepala Bulog Subdrive XI Jember, Khozin masih dalam kondisi aman untuk persediaan raskin hingga beberapa bulan mendatang.

“Oleh karena itu, masyarakat Jember tidak perlu khawatir apalagi melakukan panik buying,” kata Khozin kepada wartawan kemarin.

Stok beras Bulog tersebut, menurut Khozin tersebar di kompleks gudang milik Bulog, seperti gudang Pakusari, gudang Pecoro, dan gudang Kasiyan.

“Daya tampung masing-masing gudang bulog mencapai 1.000-2.000 ton beras,” ujarnya.

Terkait dengan adanya kenaikan harga beras ataupun bahan konsumsi lainnya seperti cabe yang sempat naik harganya, kata Khozin juga sudah dan sedang melakukan operasi pasar.

“Tidak hanya operasi pasar, bahkan Bulog juga terus menggelontorkan beras untuk rakyat miskin (raskin) di semua kecamatannya,” bebernya.

Bulog kalau menggelar Operasi Pasar (OP) yaitu Beras paket lima kilogram, minyak goreng satu kiloan, tepung tetigu satu kiloan dan gula pasir satu kiloan.

“Agar bisa tepat sasaran pada konsumen yang membutuhkan, setiap pembeli dibatasi hanya dua paket atau 10 kilogram saja, biar bisa merata,” tambahnya.

Khozin sempat mengatakan untuk raskin yang berkualitas jelek, bisa ditukar sebagaimana anjuran Mensos Khofifah.

Sementara menurut Kepala gudang bulog Pecoro, Bejo kepada wartawan mengatakan kalau stok untuk raskin aman sampai beberapa bulan ke depan.

Dan terkait dengan ada isu kalau beras bulog itu bermutu jelek, Bejo juga menepis hal tersebut, sebab didalam gudangnya mutu berasnya masih dalam kondisi bagus dan layak konsumsi.

“Tidak ada beras yang jelek, tapi kalau penurunan mutu memang iya, seperti yang ada di gudang ini, masih layak konsumsi. Kami sendiri juga mengkonsumsi beras ini juga di rumah dan tidak ada masalah kok,” kata Bejo.

Dan ketika ditanya, terkait sulit tidaknya bulog mendapatkan gabah kering panen, Bejo menerangkan bahwa memang itu dibenarkan kalau hal itu agak sulit.

“Gabah agak sulit karena panen masih belum merata. Kalau dari segi cuaca juga sangat mempengaruhi terkait pengeringan gabah tersebut, yang biasanya sehari samlai dua hari sekarang bisa empat hari bahkan lebih,” pungkasnya.

Namun pihaknya, kata Bejo sudah mendapatkan 20 ton gabah daerah tempuran sebagai tambahan stok beras yang masih ada ini. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait