Monday, 21 May 2018

Soal Jalan Rusak di Betoyo Gresik, Wagub Minta Proyek Galian PGN Dihentikan

post-top-smn
Gus Ipul melakukan sidak pada sejumlah titik kerusakan jalan di kawasan Pantura Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Gresik

Gus Ipul saat melakukan sidak pada sejumlah titik kerusakan jalan di kawasan Pantura Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Gresik

Gresik, SMN –  Kerusakan jalan yang terjadi pada ruas  jalan nasional di kawasan Desa Betoyo, Manyar, Kabupaten Gresikmengundang keprihatinan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf. Kamis (5/1) pagi Gus Ipul melakukan sidak pada sejumlah titik kerusakan jalan di kawasan Pantura Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Gresik.

Menurut Gus Ipul, dari hasil kunjungan di ruas jalan di Desa Betoyo, Manyar, Kabupaten Gresikterdapat tiga penyebab rusaknya jalan tersebut. Pertama konstruksi jalan yang tidak bagus dengan kondisi tanah yang labil sehingga mudah amblas. Sementara disatu sisi aspal merupakan musuh utama air yang membuat aspal mudah mengelupas.

Penyebab kedua di ruas tersebut saat ini mengalami over kapasitas atau tonase cukup tinggi. “Jalan ini kan merupakan ruas utama yang menghubungkan Pelabuhan Lamongan Shorebase dan Pelabuhan Gresik serta masuk kawasan industri sehingga banyak kendaraan dan bertonase besar yang melintasinya,” katanya.

Hal lain yang menyebabkan rusaknya jalan di Betoyo, yakni adanya proyek penggalian pipa gas dari PT Perusahaan Gas Nasional (PGN). Dimana bekas galian yang dilakukan PGN penutupannya kurang profesional dan diurug ala kadarnya.

Sementara disisi lain tanah bekas urugan menutup saluran drainase air di jalan dan berdampak munculnya genangan yang membuat jalan rusak dan kubangan. “Sambil PGN melakukan pengurukan yang profesional. Saya minta Pak Bupati Gresik agar menghentikan proyek pipa PGN terlebih dahulu,” tegasnya.

Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan, perbaikan jalan nasional ini adalah kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII. Sambil menunggu perbaikan secara total yang kini menunggu proses tender selesai, Balai Besar telah berjanji melakukan akan melakukan penambalan. “Provinsi tidak mungkin melakukan perbaikan, karena ini adalah kewenangan pemerintah pusat,” katanya.

Pemprov Jatim sebelumnya pernah mengusulkan, agar pelaksanaan tender dilakukan saat akhir tahun, sehingga awal tahun pelaksanaan proyek bisa dilakukan. Hal ini untuk mengatasi  agar kerusakan jalan yang sering terjadi saat puncak musim penghujan diawal tahun tidak berlama-lama dan cepat ditangani. (jal/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait