Sunday, 20 May 2018

Soal Aksi 2 Desember, Jokowi: yang Penting Tidak Ricuh

post-top-smn
Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

Jakarta, SMN – (Presiden Joko Widodo memandang, masyarakat yang rela berjalan kaki dari Jawa Barat menuju Jakarta untuk melakukan aksi unjuk rasa 2 Desember 2016 menunjukkan semangat. Namun Jokowi mengingatkan, aksi 2 Desember adalah aksi doa bersama untuk bangsa. Sehingga hal yang penting, menurut dia, adalah aksi itu tidak rusuh.

“Ya, kan, mereka semangat, yang penting dalam aksi itu tidak ada rusuh, tidak ada ricuh, dan memang ini doa. Mau berdoa bersama-sama untuk ketenangan bangsa ini, kedamaian bangsa ini, kesejahteraan bangsa ini, untuk kemakmuran bangsa ini. Saya kira, doanya akan ke sana, untuk persatuan kita,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 30 November 2016.

Soal kemungkinan ricuh, Jokowi memilih percaya atas komitmen mereka yang akan melakukan aksi. “Saya memercayai komitmen yang telah dibuat,” kata Jokowi.

Soal aktivitas Jokowi pada 2 Desember mendatang, Jokowi belum tahu. Hadir atau tidak dalam doa bersama itu pun, Jokowi belum memastikan. “Belum tahu,” katanya singkat.

Saat menyampaikan keterangan, Jokowi didampingi Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. Konsolidasi dengan tokoh-tokoh politik memang terus dilakukan Jokowi dua pekan belakangan ini. Pertemuan-pertemuan itu selalu dikemas dalam bentuk jamuan makan bersama.

Kamis, 17 November 2016 lalu, Jokowi juga bertemu dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Senin, 21 November 2016, Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Setelah itu, Selasa, 22 November 2016, Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Pada hari yang sama, siang harinya, Jokowi menerima kedatangan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy. Masih pada hari yang sama, sore menjelang malam, Jokowi menerima kedatangan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di Istana Merdeka.

Selasa, 29 November 2016, Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka. Pola pertemuan Jokowi dengan para ketua umum partai ini cenderung sama. Makan bersama dalam Istana Merdeka, dilanjutkan dengan mengobrol, dan menyediakan waktu menyampaikan hasil pertemuan pada publik.

Penekanan Jokowi pun sama, tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara sejumlah tokoh politik yang ada bicara pula soal potensi makar.

“Ini untuk peringatan dan mengingatkan kita semuanya betapa kita ini beragam. Betapa kita ini majemuk. Kenapa ada yang menyampaikan makar, ya, untuk mengingatkan bahwa kita sudah mempunyai konstitusi,” kata Jokowi.

Sementara Zulkifli mengatakan, dia akan menghargai jika diundang untuk mengikuti aksi doa bersama. Namun, dia berhalangan hadir karena harus berjaga di kantornya. “Sebagai ketua MPR tentu saya jaga gawang. Maksudnya jaga di MPR, di kantor,” kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, dialog sebenarnya dapat menyelesaikan persoalan. Itu sebabnya, pada pertengahan Desember ini, dia bersama 10 fraksi akan bersilaturahmi dengan berbagai kalangan. MPR, menurut dia, harus mendengarkan pemikiran berbagai kelompok yang ada.

“Nanti apa poin-poinnya, kami konsultasikan kepada Presiden, pemerintah, bagaimana tindak lanjutnya. Sehingga poin-poin penting yang menjadi agenda,” kata Zulkifli.

Zulkifli juga mengapresiasi pemerintah yang bersilaturahmi dengan berbagai pihak. Dia mengajak masyarakat yang mengikuti aksi 2 Desember dapat membuktikan negara Indonesia damai, Islam yang damai, dan mennunjukkan pada dunia, walaupun Indonesia mayoritas muslim, tetapi moderat.

post-top-smn

Baca berita terkait