Tuesday, 19 March 2019

Skandal Santet Berujung Carok

post-top-smn

IMG-20170409-WA0025

Sampang, SMN – sabtu, 8 April 2017 sekitar pukul 15.30 wib telah terjadi carok di Dsn. Naporan Laok Ds. Ketapang Timur Kecamatan ketapang Kabupaten Sampang. Akibat insiden tersebut, tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat adapun Nama – nama korban diantaranya, SALIMAN (45, MD), MUSTOFA (55, MD), SITINA (57, MD), MUHAMAD HABIBI (35, Luka berat dan dirujuk ke RSUD Sampang), DUR (Luka berat dan dirujuk ke RSUD Pamekasan)

Informasi yang diterima dari warga setempat Saraton mengalami sakit kembung perutnya selama kurang lebih dua tahun dan meninggal dunia Sabtu 8 April 2017 sekitar pukul 15.00 wib di rumahnya Dusun. Naporan Laok Desa Ketapang Timur Kabupaten Sampang. Kemudian Saliman dan Muhammad Habibi anak alm. Saraton mencurigai Mustofa menyantet atau mengguna-guna ayahnya (Saraton).

Kemudian Saliman dan Muhammad Habibi mendatangi kediam Mustofa di kediamannya desa setempat. Diwaktu yang sama, terjadilah carok antara kedua pihak. Yaknj, Muhammad dan Saliman dengan Mustofa dan Sitina serta DUR tiada lain adalah keluarga Mustofa. Pertikaian mereka tak bisa dipisahkan.

Akibatnya, Mustofa, Sitina dan Saliman meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan Muhammad Habibi dan Dur mengalami luka luka berat. Keduanya dilarikan ke RSUD yang berbeda. Untuk DUR dirujuk ke RSUD Pamekasan dan Muhammad Habibi dirujuk ke RSUD Sampang.

Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto mengatakan, kejadiannya berawal ketika orang tua pelaku sakit kembung perutnya selama 2 tahun dan meninggal dunia hari ini (Sabtu-red) sekitar pukul 14.30 WIB di rumahnya. Kemudian, Saliman dan Mohammad mencurigai Mustofa telah menyantet atau mengguna-guna orang tuanya.

“Pada saat sebelum kejadian, Mustofa dan Pak Sitina didatangi oleh keluarga Saliman serta Mohammad dirumahnya, dikarenakan kedua pelaku tersebut merasa telah menjadi korban ilmu santet yang dilakukan oleh pihak keluarga korban, ” terangnya.

Dikatakannya, Karena kedua korban tidak merasa memiliki ilmu hitam dan tidak pernah merasa mengguna-guna orang tua pelaku, terjadilah adu mulut atau cekcok. Akibat adanya cekcok tersebut antara pelaku dengan korban yang sama-sama mempertahankan argumennya, sehingga berujung terjadinya perkelahian dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit.

“Terjadilah carok antara Mohammad, Saliman, Mustofa dan Pak Sitina. Akibatnya, Mustofa, Pak Sitina dan Saliman meninggal ditempat kejadian, sedangkan satu pelaku lari meninggalkan lokasi dengan kondisi luka berat, ” ungkapnya.

Lebih lanjut Aries menjelaskan, ketiga korban meninggal dunia tersebut saat ini di bawa oleh keluarga masing-masing untuk di makamkan.

“Kami telah menyita barang bukti berupa sebilah celurit, 3 buah sarung pengaman celurit, sepasang sandal, 3 buah kopyah, pakaian korban dan potongan tangan, ” pungkasnya.(why)

post-top-smn

Baca berita terkait