Thursday, 21 June 2018

Siswa SD Korban Penganiayaan Kepala Sekolah SDN Lada 3 Pademawu

post-top-smn
Siswa SD Lada 3 Pademawu yang menjadi korban penganiayaan kepala sekolah

Siswa SD Lada 3 Pademawu yang menjadi korban
penganiayaan kepala sekolah

Pamekasan, SMN – Amaraknya aksi penganiayaan terhadap seorang anak didik oleh para pendidik. Guru merupakan salah satu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, tanpa jasa seorang guru kitapun tak akan bisa menjadi yang sukses. Dokter mapun presiden merupakan Jasa dari seorang Guru.

Namun kini ironisnya telah terjadi penganiayaan murid SDN Lada 3 Pademawu oleh Kepala Sekolahnya sendiri. Kronologi dari kasus penganiayaan yg dilakukan oleh Ibu Lilik Indah Suswati S. Pd tak lain masalah hilangnya pancing milik tetangga sekitar terbawa dirana lingkungan sekilah.

Dilansir melalui SMN, ibu korban Suryati (33) warga lawangan daya Rt 08 ini menjelaskan kepada awak media. Menurut keteranganSuryati ibu korban penganiayaan ini mengatakan, bahwa dirinya mendapat curhatan dari anaknya yang bernama Dikky Wahyudi Pratama kelas III di SDN Lada 3 kalau anaknya dipanggil oleh salah satu gurunya diruang guru untuk mengakuinya bahwa dikky lah pelaku pencurian pancing yang hilang itu, kejujuran dan kepolosan dikky ini tidak di gubris oleh gurunya yang sehingga menuai emosi Ibu Lilik Indah Suswati tidak bisa dibendung dan akhirnya memukul kepala depan dan leher belakang dikky. Berkali kali keterangan dikky kepada gurunya tidak mendapat respon yang artinya ibu Indah ini memaksa dikky untuk mengakuinya dirinya adalah pelaku hilangnya pancing itu, terang Suryati. Peristiwa itu berkisar hari sabtu ( 7/01/2017) seputar pukul 08.00 pasca proses pelajaran di sekolah.

Tak pelak apa yang tengah dilakukan oleh kepala sekolah dikky, yang berujung dikky menjadi alami demam, mual mual. Rudy orang tua korban setelah mendengar cerita istrinya (suryati), Rudy langsung bergegas ke sekolah untuk menanyakan hal kebenaran akan terjadi penganiayaan anaknya oleh kepala sekolahnya. Setibanya Rudy di sekolah dan bertemu dengan sang guru tak membawa hasil keterangan yang pasti, akhirnya Rudy membawa dikky ke RSUD Dr. Martho Dirjo seputar pukul 10.00 wib, selasa (10/01/2017) untuk lakukan visum terhadap anaknya guna mengetahui apakah anaknya sakit yang terus demam dan muntah muntah akibat dari penganiayaan kepala sekolahnya, terang Rudy. Visum yang dilakukan ini tak lain untuk mencari atau memastikan kondisi anaknya ini. Sementara Rudy orang tua korban menambahkan bahwa kondisi yang dialami anaknya ini ada semacam infeksi akibat pemukulan di leher kepala belakang dikky. Visum yabg dia lakukuan ini untuk melanjutkan laporannya ke pihak kepolisian guna penanganan korban penganiayaan oleh kepala sokolah SDN Lada 3, tandasnya. (hen)

post-top-smn

Baca berita terkait