Monday, 23 July 2018

Siswa di Jabungan Semarang Kini Tak Lagi Takut Sebrangi Sungai

post-top-smn
Jembatan di Kelurahan Jabungan, Kota Semarang dibangun agar anak sekolah tak lagi menyebrangi sungai.

Jembatan di Kelurahan Jabungan, Kota Semarang dibangun agar anak sekolah tak lagi menyebrangi sungai.

Semarang, SMN – Para siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang kini dapat bernapas lega. Mereka tak perlu takut lagi berjalan menyebrangi air sungai ketika berangkat sekolah.

Akses jalan bagi bocah-bocah itu kini telah diperbaiki. Sebuah jembatan penghubung senilai Rp 245 juta direalisasikan di atas Sungai Kethekan itu.

“Senang ada jembatan. Kan gak perlu lewat sungai lagi,” ujar Chelsea Adista, salah satu siswa kelas 2 SDN Jabungan ini, Selasa (24/10/2017).

Sebelum ada jembatan penghubung, hampir tiap pagi mereka berangkat sekolah melewati sungai. Sebuah tambang dibentangkan sebagai pegangan siswa menyebrangi sungai.

Siswa itu nekat menyebrangi sungai karena itu adalah akses jalan terdekat menuju sekolah. Memang ada jalur lain, namun harus memutar dengan jarak yang relatif lebih jauh sekitar 5 kilometer.

Kini mereka pun tak perlu lagi berpegangan tali di sungai. Mereka dapat berjalan, bahkan berlarian di atas jembatan yang dibangun.

Tugiono (60), warga Kelurahan Jabungan mengatakan, sebelum ada jembatan, dia kerap mengantarkan anaknya melewati sungai. Sang anak digendong agar tidak terkena limpasan air sungai.

“Anak saya gendong sejak kelas 1 SD, sekarang sudah kelas 5 SD. Saya was-was kalau berangkat sendiri seberangi sungai,” ujarnya.

Jembatan Asa itu akhirnya diresmikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada Senin (23/10/2017). Jembatan itu dibangun bersama dari anggaran Pemkot Semarang dibantu dana sosial dari Lippo Group.

Hendrar mengatakan, jembatan dibangun setelah kunjungannya pada awal 2017 lalu. Kala itu, ia mengecek langsung jembatan yang dilaporkan sudah 25 tahun tidak dibangun.

Hendrar bersyukur lantaran jembatan telah diselesaikan dan langsung dapat digunakan anak-anak ke sekolah.

“Sekarang tidak usah was-was lagi, karena ini sudah jadi mari dijaga bareng-bareng,” pintanya.

post-top-smn

Baca berita terkait