Saturday, 20 October 2018

SIAPA KETUA KBIH DARI 16 CJH YANG GAGAL BERANGKAT??

post-top-smn

KBIH lumajang.

Lumajang, SMN –  Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang H. Muhammad,  menyampaikan kepada media, bahwa  persoalan 16 Calon Jemaah Haji (CJH) Kelompok Terbang (Kloter) 31 dan 32 asal Lumajang yang dilarang terbang oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Haromain karena terbukti melakukan rekayasa dokumen, menurut Humas Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang, telah selesai.

Beberapa media ingin menemui Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, namun oleh pihak Humas Kemenag dihadang, dan diminta untuk datang lain waktu, karena kepala Kemenag masih ada tamu dari Irjen Kemenag RI.

Beberapa media bertanya tanya, sebenarnya bagaimana kelanjutan dari persoalan 16 CJH tersebut, dan siapa nama Ketua KBIH nya? Informasi ini yang belum diterima sejumlah media yang tergabung dalam Komunitas Pers Independen (KOMPI) Lumajang.

Menurut salah satu staf yang mengaku sebagai humas bernama Heri, mengatakan jika masalah 16 CJH yang gagal berangkat tersebut sudah selesai.

“Persoalan ini sudah selesai beberapa waktu lalu,  dan sudah diberitakan sejumlah media seperti JTV, TVone, Indosiar, Jawa Pos dan lain-lain. Jadi tidak perlu diperpanjang lagi ” kata Heri.

Karena kecewa dan tidak puas dengan jawaban pihak Kemenag, beberapa media meninggalkan kantor Kemenag, dan terus mencari informasi terbaru dari pihak-pihak terkait, dan sumber-sumber yang dapat dipercaya.

Sementara itu, Kasi Pennas Kemenag Kabupaten Lumajang, Choiri juga menegaskan kalau persoalan itu sudah selesai, dan tidak perlu diperpanjang lagi, karena tidak ada gunanya.

“Masalah 16 CJH itu sudah lewat, dan tidak perlu diperpanjang, karena tidak ada gunanya, tidak usah ditulis ya, kalau mau ngopi-ngopi, Monggo,” terang Choiri melalui selulernya.

Dari berita sebelumnya, yang ditayangkan sejumlah media lokal dan nasional , saat ini Kemenag Jatim tengah menyelidiki, seberapa jauh keterlibatan KBIH, sehingga melakukan rekayasa dokumen bersama 16 CJH.

Kemenag Jatim menduga, bahwa  ada indikasi terjadi perbuatan pidana dalam kasus 16 CJH dikabupaten Lumajang ini.

Dalam rilis resmi yang diberikan Kemenag Jatim beberapa waktu yang lalu, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, H Muhammad menyebut, bahwa pemalsuan dokumen itu terungkap berdasarkan pengaduan masyarakat, tentang adanya rekayasa data dan berkas CJH penggabungan dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

Dari informasi tersebut, kemudian pihaknya melakukan verifikasi ulang data, dengan memanggil pengurus KBIH Al Haromain tersebut.

Dari pertemuan tersebut, pengurus KBIH mengaku telah membantu merekayasa data. Setelah diberikan pembinaan, 16 CJH itu akhirnya bersedia menunda keberangkatan.

Hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi dari KBIH yang dimaksud, terkait 16 CJH yang gagal berangkat.

Disisi lain, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jatim, Faridul Ilmi, yang dikutip dari media online nasional, mengaku sudah mendapat laporan dari Kemenag kabupaten Lumajang.

“Tentu KBIH akan kena sanksi. Apakah peringatan, pembekuan, atau sampai pada pencabutan izin KBIH, namun kami menyerahkan kasus pemalsuan dokumen ini kepada Kemenag  pusat,” pungkas Faridul. (Atk)

 

 

post-top-smn

Baca berita terkait