Saturday, 20 October 2018

Senam Bersama GOW dalam Rangka PHI ke-88 Tahun 2016, Perempuan Kawal Kelanjutan Peradaban Bangsa

post-top-smn
Ketua GOW Kabupaten Mojokerto Ikfina Kamal Pasa memotong pita tanda dimulainya acara Senam Bersama GOW Kabupaten Mojokerto dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-88 Tahun 2016

Ketua GOW Kabupaten Mojokerto Ikfina Kamal Pasa memotong pita tanda dimulainya acara Senam Bersama GOW Kabupaten Mojokerto dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-88 Tahun 2016

Kab. Mojokerto, SMN – Istri Bupati Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa, mengatakan jika wanita adalah kata lain dari ‘masa depan’, dimana masa depan keluarga maupun bangsa ada di pundak para wanita. Ikfina berbagi pandangan bijak tersebut dalam acara senam bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Mojokerto dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-88 tahun 2016, yang dihelat di lapangan Desa Pacing, Bangsal, Minggu (18/12) pagi.

“Perempuan hebat adalah perempuan yang menjiwai kodratnya, baik dalam keluarga inti maupun sebagai sosok yang mengawal kelanjutan peradaban suatu bangsa. Masa depan bangsa banyak ditentukan oleh peran perempuan. Maka perempuan sejatinya harus pandai, kuat, mampu memaksimalkan potensinya, dan memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif,” tutur Ikfina.

Ketua GOW Kabupaten Mojokerto tersebut menambahkan bahwa PHI sendiri dimaksudkan sebagai moment pengingat bagi Indonesia terutama generasi muda, akan maknanya sebagai suatu hari kebangkitan, persatuan dan kesatuan perjuangan kaum perempuan yang lekat dengan perjuangan bangsa.

“PHI adalah momentum untuk memprioritaskan kemajuan perempuan, sebab perempuan punya peran penting bagi kemajuan bangsa, kemajuan daerah akan berkembang dengan pesat seiring keberhasilan peran ibu dalam pembangunan. Kita sebagai kaum perempuan masa kini harus bersyukur, ingin menjadi apa saja boleh karena ada peluang. Maka dari itu mari kita sama-sama meningkatkan kemampuan di semua bidang,” tambah wanita yang juga seorang dokter ini.

Sedikit mengutip sejarah PHI, berawal pada tanggal 28 Oktober 1928 digelorakan dalam Kongres Pemuda Indonesia, yang menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam wadah mandiri. Pada saat itu sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pergerakan bangsa.

Selanjutnya, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia pertama di Yogyakarta, dimana salah satu keputusannya adalah dibentuknya satu organisasi Federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI). Maka terjalinlah kesatuan semangat juang kaum perempuan, bersama-sama kaum laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka

Pada tahun 1929, PPPI berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Hingga Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung tahun 1938, disepakati bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Pemerintah lantas mengukuhkannya dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Tahun 1946 Badan ini menjadi Kongres Wanita Indonesia disingkat KOWANI, yang sampai saat ini berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman. Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia.

Ketua GOW Kabupaten Mojokerto Ikfina Kamal Pasa menyerahkan piala dan hadiah kepada Juara 1 Lomba Memasak dalam acara peringatan Hari Ibu Tahun 2016.

Ketua GOW Kabupaten Mojokerto Ikfina Kamal Pasa menyerahkan piala dan hadiah kepada Juara 1 Lomba Memasak dalam acara peringatan Hari Ibu Tahun 2016.

Peringatan Hari Ibu ke-88 tahun 2016 mengusung tema “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki untuk Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Kekerasan, Perdagangan Orang dan Kesenjangan Akses Ekonomi terhadap Perempuan”. Kegiatan diwarnai acara pameran produk koperasi dan UMKM oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto, lomba memasak, lomba slogan dan kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis seperti tekanan darah dan kolesterol. Tanggal 11 Desember lalu juga telah digelar acara senam bersama Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Mojokerto di Kecamatan Trawas, yang termasuk dalam rangkaian acara PHI ke-88 tahun 2016.

Hadir pula dalam acara pagi kemarin, istri wakil bupati Mojokerto, Yayuk Pungkasiadi, ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mojokerto, Diah Ratna Hery Suwito, beberapa anggota perempuan DPRD Kabupaten Mojokerto, serta para peserta senam dari beberapa organisasi wanita seperti Fatayat, Aisyiyah dan anggota Perwosi. Senam diikuti oleh seluruh peserta, dengan diselingi pembagian doorprize menarik sebagai penyemangat. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait