Sunday, 20 May 2018

Selama 2016, Kasus Kriminalitas Di Jatim Menurun

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Surabaya, SMN – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur merilis penanganan kasus pidana umum yang ditangani sepanjang tahun 2016. Dimana untuk kasus kriminalitas seperti  Curas, Curat, dan Curanmor di Jatim mengalami penurunan daripada tahun 2015.

Menurut data dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrium) Polda Jatim untuk kasus pencurian dengan Pemberatan (curat) 2016 yaitu 3.149 kasus, pencurian dengan kendaraan bermotor (Curanmor) yaitu 3.383 kasus, dan pencurian dengan kekerasan (Curas) yaitu 758. Sedangankan ditahun 2015 untuk Curas yaitu 800 kasus, Curanmor 3.583 kasus, curat 3.951. “Secara umum untuk kasus tindak kriminal untuk 3 C di Jatim mengalami penurunan,” ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji saat konferensi Analisis dan Evaluasi (Anev) Kamtibnas 2016 di Rupatama Mapolda Jatim, Rabu (28/12) sore.

Tidak hanya itu, Kasus kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Jatim pada 2016 mengalami penurunan yaitu 781 kasus, pembunuhan 94 kasus, perkosaan 46 kasus, Trafficking tiga kasus. Pihaknya juga menyampaikan selama 2016 kasus yang paling menonjol ditangani oleh polda Jatim yaitu  Kasus Padepokan Dimas Kanjeng Taat PribadiKasus yang menonjol kasusnya Dimas Kanjeng. “Sampai sekarang belum selesai. Itu peninggalan saya untuk Kapolda baru nanti,” katanya.

Tiga pasal diterapkan dalam penyidikan kasus Dimas Kanjeng. Yakni kasus pembunuhan, penipuan bermodus penggandaan uang, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Untuk kasus pembunuhan penyidikannya sudah selesai dan kini proses sidang. Sedangkan untuk penipuan penyidikannya belum rampung sepenuhnya.

Adapun untuk TPPU-nya, penyidik masih melakukan proses penyidikan, mengiringi pasal penipuannya. Kasus tersebut menjerat tersangka utama, yakni Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng, pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Untuk kasus korupsi, jelas Anton, jumlah kasus yang ditangani Polda Jatim dan Kepolisian Resor jajaran jauh lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Beberapa kasus masih proses penyidikan. “Kasus korupsi di Polda Jatim meningkat 300 persen dari tahun 2015,” tandasnya.

Kasus lain yang mengalami peningkatan di Jatim ialah kasus narkotika. Berdasarkan data, sepanjang tahun 2016 diungkap 4.434 kasus narkotika dengan tersangka 5.524 orang. Jumlah itu lebih banyak dari tahun 2015, yakni 3.467 kasus dengan 4.265 tersangka.

Secara umum, keamanan dan ketertiban masyarakat di Jatim sepanjang tahun 2016 relatif kondusif. Tidak ada gangguan berarti, termasuk ketika terjadi momen besar seperti perayaan keagamaan. “Tinggal beberapa hari lagi tahun 2016, mudah-mudahan tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji saat didampingi oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Bangun Mangera.  (pca/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait