Wednesday, 24 April 2019

Sekretaris Daerah Prov. Jatim Dr. Ir. Heru Tjahjono menyerahkan SK Jabatan Fungsional Jenjang Utama di lingkungan Pemprov Jatim, di ruang Bhinaloka, Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan No. 110, Surabaya, Senin (11/02)

post-top-smn

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo berpamitan kepada seluruh anggota Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati/walikota dan tokoh masyarakat
Jatim. Sembari berpamitan, Pakde Karwo-sapaan akrabnya, juga menyampaikan kesan
dan pengalamannya selama sepuluh tahun memimpin Jatim.

Surabaya, suaramedianasional.co.id – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo berpamitan kepada seluruh anggota Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati/walikota dan tokoh masyarakat
Jatim. Sembari berpamitan, Pakde Karwo-sapaan akrabnya, juga menyampaikan kesan
dan pengalamannya selama sepuluh tahun memimpin Jatim.
“Saya bersama istri, kemudian Pak Wagub dan Bu Fatma, mohon pamit.
Selanjutnya, kereta atau kapal ini akan dilanjutkan oleh Bu Khofifah dan Pak Emil
Dardak,” kata Pakde Karwo saat Mohon Diri dan Silaturahmi dengan Forkopimda,
Bupati/Walikota, dan tokoh masyarakat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin,
(11/2) Malam.
Pakde Karwo mengatakan, telah banyak kenangan manis dan pengalaman
berkesan selama memimpin Jatim. Diantaranya, dewasanya masyarakat Jatim dalam
berdemokrasi, sangat berpikiran terbuka atau open minded, serta mampu hidup
berdampingan secara damai, meskipun terdiri atas berbagai suku, agama, dan ras.
“Masyarakat Jatim yang plural, dapat berjalan bersama dan saling berdampingan,
serta terbuka atas hal-hal baru yang baik, dan sungguh-sungguh meneruskan nilai-nilai
lama yang baik dalam kehidupan,” puji Pakde Karwo seraya menambahkan, bahwa inilah
cerminan Indonesia yang dicita-citakan para pendiri bangsa.
Orang nomor satu di Jatim ini juga mengapresiasi terhadap harmonisnya hubungan
antara eksekutif dan legislatif; Dimana dalam sepuluh tahun ini, tidak pernah sekalipun
dirinya bersama anggota DPRD Jatim melakukan pengambilan keputusan dengan cara
voting, melainkan mengedepankan musyawarah mufakat.
“Memang perlu waktu lebih lama di musyawarah mufakat, tapi itu cara dan nilai
yang sangat baik,” ujar Pakde Karwo seraya mengatakan bahwa DPRD Jatim juga telah
berkontribusi dalam membangun kultur politik, dengan landasan yang landai dalam setiap
pergantian pemerintah di masa transisi.
Gubernur kelahiran Madiun ini juga mengatakan bahwa dirinya bersyukur dikelilingi
oleh orang-orang hebat, khususnya para tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang sudah
bekerjasama dengan solid. Seperti pada Tahun 2010, pemerintah bersama Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Jatim memiliki program penghapusan lokalisasi dan membentuk Ikatan
Dai Lokalisasi (Idial).
“Alhamdulillah, terakhir pada 2016 lokalisasi di Mojokerto ditutup. Total ada 47
lokalisasi yang dihapus,” katanya sembari melanjutkan bahwa keberhasilan itu berkat
kerja semua pihak, termasuk dukungan rakyat Jatim.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Terpilih Jatim, Dra. Hj. Khofifah Indar
Parawansa, M.Si mengatakan, Pakde Karwo telah memberikan banyak keberhasilan luar
biasa selama memimpin Jatim, termasuk keberhasilan menjalin hubungan yang akrab,
baik secara vertikal, maupun horizontal, sehingga pembangunan berjalan lancar.
“Keberhasilan itu akan menjadi catatan kami, tentu kami berharap mendapatkan
support yang sama,” katanya sembari menambahkan bahwa support tersebut akan
memperkuat, melanjutkan, serta meningkatkan capaian-capaian sukses Jatim dibawah
kepemimpinan Pakde Karwo.
Hadir dalam kesempatan ini, istri Gubernur Jatim, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo,
M.Si, Wakil Gubernur Jatim terpilih Emil Dardak beserta istri, Arumi Bachsin, Kapolda
Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan, Panglima Komando Armada II
Laksamana Muda TNI Wintoro Yulianto, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Bupati
Probolinggo Puput Tantriana Sari, Wakil Bupati Trenggalek Moh Nur Arifin, Ketua MUI
Jatim, Abdussomad Bukhori dan sejumlah tokoh lain. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait