Monday, 21 May 2018

Sekolah Kebangsaan Kenalkan Sejarah Perjuangan Pahlawan Pada Pelajar

post-top-smn
Ilustrasi Veteran Indonesia

Ilustrasi Veteran Indonesia

Surabaya, SMN – Sekolah Kebangsaan berkesempatan mengenalkan sejarah perjuangan para pahlawan pada ratusan pelajar di Taman Jayengrono. Hal tersebut bertujuan untuk mewariskan semangat nasionalisme pahlawan kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar jiwa semangat juang para pahlawan terpatri dalam diri sisiwa”, kata Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya, Hartoyik, Rabu (3/11) di acara yang juga dihadiri oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

saat ini, ia menjelaskan para veteran cukup prihatin dengan para generasi muda karena mudah tergoda oleh lawan yang kasat mata. Lawan kasat mata yang dimaksud Hartoyik adalah narkoba dan hal-hal negatif. “Perjalanan bangsa ke depan akan mengalami kehancuran jika para generasi mudanya terkena narkoba,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengajak para pelajar Surabaya agar tidak hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri. Para siswa mempunyai tanggungjawab yang besar terhadap kemajuan kemajuan Indonesia. “Pintar saja tidak cukup namun juga harus berani dan tidak mudah rendah diri,” ujarnya.

Menurutnya, setiap orang pasti memiliki kelemahan dan kelebihan, untuk itu kelebihan menjadi modal utama percaya diri dalam mencapai tujuan dan cia-cita. Namun hal tersebut juga harus diimbangi dengan cara berkomunukasi yang baik terhadap semua orang. “Ciri orang sukses salah satunya yakni dapat mengatur waktunya sendiri dengan baik,” tutur Risma.

Pemerintah Kota Surabaya sebagai penggagas program Sekolah Kebangsaan sengaja memilih Taman Jayengrono yang letaknya dekat Jembatan Merah. Tempat tersebut dahulu merupakan lokasi tewasnya Brigjend A.W.S Mallaby setelah dilempar granat oleh pejuang dalam peristiwa baku tembak yang terjadi pada 30 Oktober 1945. Kematian komandan tentara Inggris itulah yang akhirnya memicu pecahnya pertempuran 10 Nopember di Surabaya.

Menariknya, Sekolah Kebangsaan tidak hanya digelar secara pasif, tetapi dikemas interaktif. Para pelajar bisa berinteraksi langsung dengan wali kota dan juga para veteran dengan mengajukan pertanyaan.

Sebelumnya Sekolah Kebangsaan telah digelar di SMA Katolik St. Louis pada Selasa lalu. Rencananya, pada Kamis Sekolah Kebangsaan juga diadakan di Santa Maria dan Jumat di Sekolah Don Bosco. Kemudian Senin di kantor PCNU Bubutan dan Selasa di rumah HOS Tjokroaminoto. (luk/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait