Thursday, 16 August 2018

Sekdaprov Jatim Buka Festival Panji Nusantara 2018

post-top-smn

 

 

 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sukardi membuka secara resmi Festival Panji Nusantara Tahun 2018.

Surabaya, SMN – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sukardi membuka secara resmi Festival Panji Nusantara Tahun 2018 yang mengambil tema “Panji Merajut Keharmonisan Nusantara” di halaman Taman Candrawilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (1/7) malam.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Sukardi mengatakan, festival ini diharapkan menjadi inspirasi seluruh pihak untuk kembali mengangkat, mempopulerkan, dan merevitalisasi cerita panji sebagai simbol dari kebesaran dan kekuatan budaya, sosial, politik, dan ekonomi dari suatu bangsa yang bernama ”Nusantara”, yang mencakup Jawa, Bali, Kalimantan, Malaysia, Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Filipina.

Festival ini, lanjut Sekdaprov Sukardi, merupakan langkah awal dari sebuah gerakan, baik tingkat lokal, regional, maupun nasional, untuk menegaskan kembali bahwa cerita panji merupakan karya sastra adiluhung asli Indonesia yang telah menjadi bagian dari budaya nasional, sekaligus untuk merancang dan mempersiapkan kegiatan budaya dalam rangka mengantar kebangkitan Panji di Jatim, dan juga nasional.

“Momentum seperti ini yang saya harapkan bisa menjadi titik tolak semakin dijunjungnya kepribadian nasional, mengedepankan eksistensi bangsa berdasarkan kearifan yang dimiliki, dengan kekayaan budaya sebagai kekuatan besar dalam berkompetisi serta menunjukkan kompetensi kita sebagai bagian dari kemajuan dunia” lanjutnya.

Menurut pria kelahiran Sumenep ini, cerita Panji bukan sekadar kisah romantika antar Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji yang berpusat di Kediri, tetapi ada banyak versi yang berkembang di banyak daerah dan memiliki eksistensinya sendiri. Cerita ini juga muncul dalam berbagai bentuk ekspresi budaya diberbagai daerah diseluruh nusantara sehingga meluas menjadi Budaya Panji.

“Karena itu, lewat festival ini, kami berharap bahwa kebesaran negeri ini, khususnya di bidang sastra budaya, lewat cerita Panji yang menggambarkan kepahlawanan dan cinta, dapat terus lestari, serta terus dibanggakan dan diperjuangkan oleh generasi mendatang” ujarnya.

Sekdaprov Sukardi juga mengajak seluruh pihak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang diajarkan nenek moyang bangsa ini. Yakni saling menghormati, membantu, tepa selira, dengan sesama masyarakat, termasuk juga masyarakat dari negara tetangga, khususnya di Asia Tenggara.

“Negeri ini tidak hanya luas secara wilayah teretorial namun kita memiliki keluasan wilayah budaya yang cakupannya hingga mancanegara. Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, kita disegani bukan ditakuti, hidup berdampingan saling menghormati satu negara dengan negara lain, bekerjasama mendorong kemajuan masing-masing negara, itulah spirit yang kita bangun sebagai bentuk warisan dari Sastra Panji” ajaknya.

 

Cerita Panji Ditetapkan sebagai Memory of The World

Dalam kesempatan ini, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Restu Gunawan mengatakan, seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Jatim patut berbangga karena Cerita Panji telah ditetapkan sebagai “Ingatan Dunia” atau Memory of The World (MoW).

“United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah menetapkan Cerita Panji sebagai Memory of the World (MoW) pada 31 Oktober 2017 lalu. Ini jadi kebanggaan kita semua, karena yang namanya Panji itu lahirnya di Jatim, jadi kita harus bersemangat untuk membesarkan dan melestarikan budaya Jatim” katanya.

 

Salah satu upaya untuk membesarkan dan melestarikan budaya tersebut, lanjutnya, caranya adalah para orang tua dapat menceritakan atau mendongeng kisah Panji kepada anak-anaknya ketika mau tidur. Melalui dongeng tersebut, penanaman nilai-nilai luhur dari cerita Panji akan membekas di hati generasi penerus kita.

“Jadi silahkan mendongeng kisah Panji, baik itu Ande-Ande Lumut, Roro Kuning, dan lainnya. Nilai-nilai dibalik kisah Panji itu luar biasa. Dari dongeng itu, akan muncul keinginan untuk membaca kembali dari anak-anak. Itulah esensi gerakan literalis dari sebuah keluarga” katanya.

Ditambahkan, untuk merayakan keberhasilan ditetapkannya cerita Panji sebagai MoW, lanjutnya, Kemendikbud menggelar “Festival Panji Internasional” yang diselenggarakan pada tanggal 27 Juni di Bali, berlanjut ke 5 (lima) kota di Jawa Timur, diteruskan ke Yogyakarta (6-8/7) dan Jakarta (9-13/7).

“Jadi festival Panji Nusantara ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian Festival Panji Internasional, kami mengapresiasi Pemprov Jatim yang turut mendukung acara ini” ujarnya.

 

Dimeriahkan berbagai Kegiatan

Dalam sambutannya, Kepala Disbudpar Jatim, Dr. H. Jarianto mengatakan, rangkaian kegiatan “Festival Panji Nusantara” diantaranya adalah pameran lukisan dan kerajinan dari bambu, parade musik bambu, kesenian bantengan, reog kendang, musik tradisi, seni pertunjukan Ronteg Singo Ulung, sajian tari kolosal delegasi Panji Nusantara dari STKW Surabaya, pameran seni rupa instalasi benda kuno dan Wayang Panji, dan Lomba Lukis  Hari Anak serta pemutaran film dokumenter dan dialog seni.

“Kami rencanakan festival ini akan diselenggarakan setiap tahun secara berkala diseluruh kabupaten dan kota Jatim secara bergantian, guna lebih memasyarakatkan dan meningkatkan kembali budaya Panji di Jatim” katanya.

Ditambahkan, tokoh utama cerita Panji adalah Raden Inu Kertapati, putera mahkota Kerajaan Jenggala, dan kekasihnya Dewi Sekartaji, puteri kerajaan Daha. Dari masa ke masa cerita Panji sangat populer dan digemari masyarakat sehingga menyebar ke wilayah Nusantara, bahkan melanglangbuana ke  Asia Tenggara, terutama Malaysia, Kamboja dan Thailand. Cerita Panji diabadikan di beberapa relief candi di Jatim.

“Panji tidak saja mencakup bidang sastra, tetapi juga berkembang dalam berbagai bentuk transformasinya, antara lain menjadi inspirasi dalam seni pertunjukan (musik, tari, teater), wayang beber, komik, seni media dan film, dan seni kriya/kreatif seperti topeng dan lainnya” tambahnya.

Festival ini, imbuhnya, juga menjadi salah satu upaya upaya revitalisasi, reaktualisasi dan rekreasi sastra-budaya Panji untuk menumbuhkan  kembali memori-bersama tentang sastra dan budaya Panji. Melalui berbagai ekspresi sastra-budaya Panji yang beragam, kekinian dan menarik, sehingga  generasi penerus dapat mengenal jejak warisan sastra dan budaya Panji.

Hadir dalam kesempatna ini, para delegasi kesenian dari Thailand, dan Kamboja. Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, para budayawan, seniman, pegiat budaya Panji, dan masyarakat.  (humasjatim:adit)

post-top-smn

Baca berita terkait