Tuesday, 19 March 2019

Sekdaprov Harap Istri Dokter Ikut Sukseskan Program DWP

post-top-smn
Sekda Prov Jatim Ahkmad Sukardi didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Haji Surabaya Dr. Achmad Dajaeli. MPPM Meresmikan Kantor Dharma Wanita Persatuan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

Sekda Prov Jatim Ahkmad Sukardi didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Haji Surabaya Dr. Achmad Dajaeli. MPPM Meresmikan Kantor Dharma Wanita Persatuan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

Surabaya, SMN – Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, MM mengharap istri para dokter yang tergabung dalam Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut bergabung menjadi anggota dan mensukseskan program Dharma Wanita Persatuan/DWP. Apalagi, dokter yang bekerja di rumah sakit diharuskan bekerja dan siaga 24 jam, sehingga peran istri dokter dibutuhkan untuk memberi support.

“DWP adalah organisasi yang salah satu programnya di bidang sosial. Oleh sebab itu jika istri dokter ikut bergabung dan menyukseskan program DWP, maka bisa menjadi penyeimbang pekerjaan suami sebagai dokter,” terang Sukardi sapaan akrab Sekdaprov Jatim selaku Penasehat DWP Prov. Jatim saat meresmikan Kantor Sekretariat DWP RSU Haji Surabaya di Aula Serambi Mekah RSU Haji Surabaya, Selasa (21/03).

Menurutnya, dengan ikut terlibat dalam DWP maka itu menunjukkan bahwa istri dokter juga mau bekerja sosial. Selain itu, para anggota DWP termasuk istri dokter harus bisa membuktikan bahwa DWP bukan hanya ajang untuk ngerumpi tapi bisa berbuat untuk sesama.

“Terlebih dengan adanya fasilitas ruang sekretariat diharapkan fungsi dan peran DWP di bidang sosial, pendidikan maupun ekonomi harus lebih ditingkatkan. Sehingga program-program yang bisa mensejahterakan anggota dan masyrakat bisa diwujudkan,” ungkap Sukardi.

Ia menambahkan, pada era globalisasi persaingan semakin ketat, karenanya dibutuhkan SDM yang berkualitas. Kualitas tersebut bisa dinilai melalui tiga indikator yang biasa disebut 3B, yaitu brain, beauty, dan behaviour. Disinilah peran pengurus DWP sangat dibutuhkan untuk lebih meningkatkan tiga indikator tersebut. “Pelatihan-pelatihan terkait kreatifitas dan manajemen perlu diberikan kepada anggota DWP. Sehingga peran strategis DWP sebagai organisasi istri ASN bisa meningkat,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Provinsi Jatim Hj. Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, S.Sos mengatakan, berbagai peran dan kegiatan yang dilakukan oleh DWP akan bisa terlaksana maksimal jika didukung sarana prasarana yang memadai. Salah satu prasarana utamanya yakni tersedianya ruangan sekretariat DWP. “Ruangan tersebut akan menjadi pusat dari seluruh rangkaian kegiatan DWP. Mulai surat menyurat, tempat pertemuan atau rapat rutin, hingga evaluasi kegiatan,” terangnya.

Diharapkan, bagi unsur pelaksana DWP Provinsi Jatim yang telah memiliki kantor sekretariat khusus seperti RSU Haji harus lebih bersemangat dalam berkarya. Dengan sudah tersedianya ruangan maka semua pengurus harus berpartisipasi aktif, sehingga bisa mensukseskan program pembangunan Pemprov Jatim. “Saya memberikan apresiasi kepada Penasehat dan Ketua DWP RSU Haji, yang telah peduli memikirkan ruangan khusus yang diperuntukkan bagi semua kegiatan DWP,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DWP RSU Haji Surabaya drg. Wardah Djaeli menyampaikan, DWP RSU Haji telah melakukan berbagai kegiatan baik di bidang ekonomi, pendidikan maupun sosial budaya. Dicontohkan kegiatan di bidang ekonomi misalnya dengan mengelola kantin, melakukan simpan pinjam bagi anggota, dan bazar setiap milad RSU Haji.

Namun demikian, kegiatan yang dilakukan masih terbatas karena adanya beberapa kendala diantaranya yakni lingkungan rumah sakit, dan jumlah anggota DWP di RSU Haji baru 20% daro total karyawan yang ada. “Ke depan kami berencana membuat sekolah binaan, mendirikan TPA, Pojok Laktasi, dan mini perpustakaan untuk gerakan gemar membaca,” uarainya.

Turut hadir Direktur RSU Haji Surabaya dr. Achmad Djaeli. MPPM, Wadir RSU Haji Surabaya, pengurus DWP Prov. Jatim, dan pengurus DWP RSU Haji Surabaya.

post-top-smn

Baca berita terkait